Tingkatkan Produktivitas, Petani Dibantu 800 Kuintal Bibit Tebu

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi lesunya budidaya tanaman tebu. Satu diantaranya pemberian bibit unggul ke kelompok taninya. 

"Bibit tebu ini istimewa, varietas VMC 86-550. Bukan bibit yang biasanya ditanam petani tebu di Karanganyar. Varietas ini lebih banyak menghasilkan. Bantuannya 800 kuintal untuk 12 kelompok tani di lima kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo.

Penanamannya di lahan seluas 10 hektare di lima kecamatan, yakni Tasikmadu, Mojogedang, Kebakkramat, Karanganyar, dan  Jumantono. Diceritakannya, produktivitas tebu mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Per hektare hanya 50 ton. Jumlah itu terhitung kecil untuk memenuhi kebutuhan giling di pabrik gula (PG) Tasikmadu. Varietas reguler yang selama ini dipakai, dinilai membuat jenuh tanah. Berdasarkan catatannya, musim giling tebu tahun ini hanya berlangsung 50 hari. Padahal dulunya sampai enam bulan. 

"Sudah 15-20 kali panenan memakai varietas lama. Sulit menambah produktivitas karena tanahnya jenuh dengan varietas itu. Luasan tanam saat ini tinggal 2 ribu-3 ribu hektare. Itu pun terancam beralih fungsi jadi sawah. Itu yang mengakibatkan musim gilingnya semakin singkat. Bahan baku sulit, " katanya. 

Dinas terkait melihat kecenderungan petani tebu mengalihkan komoditas tanamnya ke padi. Sebab, para petani sudah tidak lagi merasakan keuntungan menanam tebu. Harga per kuintal tebasan hanya Rp 58 ribu. 
Supramnaryo meyakini pemakaian varietas VMC 86-550 mampu menghasilkan hingga 100 ton per hektare dengan kualitas lebih baik. 
Dalam upaya meningkatkan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, Pemkab mendorong PG Tasikmadu menjalin kemitraan mutualisme dengan kelompok tani. Bentuknya bisa berupa pinjaman modal dan bantuan bibit. Berbagai upaya tersebut bertujuan mewujudkan swasembada gula lokal pada tahun 2021. (Lim) 
 

BERITA REKOMENDASI