TKI Asal Sragen Meninggal di Taiwan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Dodi (30) asal Dukuh Brumbung, Desa Karangasem, Kecamatan Tanon, Sragen dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan kerja di Taiwan. Putra pasangan Sukidi (68) dan Siti Aminah (63) ini tercatat menjadi TKI di Taiwan sejak 10 bulan terakhir.

Informasi yang dihimpun, korban menjadi TKI menggunakan identitas sebagai warga Citayam, Depok, Jabar dan berangkat ke Taiwan menggunakan jasa PT Putra Bagas Mandiri, Wonosobo, Jateng. Hingga Senin (03/09/2018), jenazah Dodi masih berada di Taiwan.

Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, saat dikonfirmasi mengatakan belum ada kepastian waktu kapan jenazah Dodi dipulangkan. "Orang tua korban berharap jenazah bisa dimakamkan di kampungya, Brumbung. Selanjutnya Disnakertrans Sragen akan berkoordinasi dengan PT Putra Bragas Mandiri dan BNP2TKI terkait pemulangan jenazah," ujarnya.

Heru menjelaskan, Dodi pernah bekerja di perusahaan yang sama di Taiwan beberapa tahun lalu. Saat itu dia bekerja di Taiwan selama enam tahun. Ketika itu Dodi masih menggunakan identitas warga Karangasem, Tanon.

Setelah menikah, Dodi pindah kependudukan menjadi warga Citayam, Depok. Ketika berangkat ke Taiwan beberapa bulan lalu dia menggunakan identitas baru itu. "Untuk pemulangan jenazah Dodi, kami masih menunggu," jelas Heru.

Heru mengaku sudah menemui keluarga Dodi di Brumbung, Karangasem. Saat itu dia mengajak serta tim dari Disnakertrans Sragen. Sesampai di rumah Dodi, orang tua Dodi sudah mengetahui kabar meninggalnya anaknya.

"Orang tua sudah tahu meninggalnya Dodi saat kami tiba di rumah duka. Yang namanya kehilangan anak pasti merasa sedih. Mereka sangat berharap jenazah bisa dikebumikan di permakaman Brumbung," tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karangasem, Indardi mengonfirmasi adanya warga Brumbung yang meninggal dunia di Taiwan. Tapi terkait waktu pemulangan jenazah Dodi dia juga belum tahu. "Kami belum tahu kapan jenazah akan dipulangkan. Yang pasti kamik terus koordinasi dengan keluarga korban," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI