TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Diminta Datang ke Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diharapkan bisa datang ke Sragen sebagai salah satu basis massa besar di wilayah Soloraya. Apalagi saat ini di Sragen sudah banyak terbentuk kelompok relawan yang mendukung pasangan nomor urut 01 tersebut.

"Kami berharap TKN juga ke Sragen, supaya ada spirit atau semangat berlebih dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin," ujar Agustina Wilujeng Pramestuti, anggota DPR dari Frakai PDI Perjuangan saat menghadiri acara yang diadakan Relawan Satu Komando, di Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Sabtu (13/10/2018) malam.

Agustina yang juga Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jawa Tengah mengatakan, ada tokoh senior Sragen yang saat ini menjadi lingkaran dekat Jokowi, yakni Untung Wiyono yang juga mantan Bupati Sragen, yang selama ini sudah aktif bergerak.

Menurut Agustina, Untung Wiyono mendapat penugasan pemenangan di daerah Jawa, Sumatera dan Bali. "Karena Pak Untung tinggal di Sragen, maka otomatis Sragen juga mendapat perhatian yang besar," tandas anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV (Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri) ini.

Agustina juga menyampaikan apresiasi terhadap tekad para relawan Satu Komando, yang banyak bermata pencaharian sebagai petani tersebut. “Mereka ingin memenangkan Pak Jokowi dengan kekuatan sendiri, tetapi tetap berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang sudah ada,” katanya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, mereka juga menitipkan aspirasi agar bantuan alat produksi pertanian (alsintan) tetap dikucurkan, khususnya untuk Kecamatan Plupuh yang selama ini menjadi salah satu lumbung beras di Kabupaten Sragen. Hingga saat ini masih banyak kelompok tani (kelomtan) di Plupuh pada khususnya dan Sragen pada umumnya, yang masih berharap mendapatkan bantuan alsintan dari pemerintah.

Agustina mengungkapkan, sesungguhnya bantuan dari pemerintah memang tidak mencukupi, karena banyaknya permintaan sedangkan alsintan yang ada jumlahnya terbatas. “Bisa dibayangkan bila di Sragen saja, setidaknya ada minimal 10 kelomtan di tiap desa, padahal jumlah bantuan traktor hanya 200 dan itu untuk seluruh Jawa Tengah,” tambahnya.

Karena dari Fraksi PDIP di DPR yang duduk di Komisi IV yang membidangi masalah pertanian hanya dirinya, maka alokasi traktor itu dibagi untuk seluruh Jawa Tengah. Terlebih permintaan tidak hanya untuk Sragen, saja tetapi daerah-daerah lain seperti pernah Kabupaten Grobogan, yang juga merupakan salah satu sentra lumbung beras di Jawa Tengah meminta 25 traktor, padahal nama-nama kelompok tani di Sragen sudah masuk. “Aspirasi-aspirasi itu harus tetap saya penuhi walau pun pada tahun-tahun berikutnya,” tandasnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI