TMMD di Desa Wonokeling Bangun Sarana Vital

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Pengangkutan hasil panen di sejumlah dusun di Desa Wonokeling, Jatiyoso tak lagi dilakukan secara manual. Berkat TMMD Sengkuyung tahap I di desa tersebut, distribusinya lebih cepat dan mudah. 

"Dulu, kami angkut itu dengan cara dipikul. Tidak bisa dinaikkan kendaraan karena jalannya dari tanah dan tidak rata. Sekarang, dicor beton. Hasil panenan bisa diangkut mobil," kata Kepala Desa Wonokeling, Sutimin kepada KR usai penutupan TMMD reguler ke-104 dan Sengkuyung tahap I di desanya, Rabu (27/3).

Jalan yang dicor beton melalui TMMD berada di dua titik. Yakni menghubungkan Dusun Wonoleren-Wonokeling-Selogenter sepanjang 900 meter dan yang menghubungkan Dusun Ngesep-Duwetan-Kemengan sepanjang 600 meter. Diikuti pembangunan gorong-gorong di delapan titik dan talud di dua titik.

Dikatakannya, infrastruktur itu mengurangi biaya petani untuk mengangkutnya.  "Membayar buruh angkut juga tidak murah," katanya. 

TMMD di desanya tidak serta merta terealisasi. Dari pengajuan sampai ke persetujuan proposal, menelan waktu dua tahun sejak 2017. Untungnya, proses pengerjaan mulai 24 Februari-27 Maret 2019, tepat waktu dan mutu. Sutimin mengatakan, masih banyak infrastruktur yang harus dibenahi di desanya yang berada di wilayah perbatasan antarkabupaten dengan medan perbukitan. 

"Di Dusun Wonokeling, ada akses yang menghubungkan ke Wonogiri. Itu berupa jalan makadam dan jembatan. Butuh ditingkatkan dan diperlebar. Pengajuan kami melalui padat karya, Dana Desa, bantuan Pemkab maupun Pemprov," katanya. 

Sementara itu, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama bersama Bupati Juliyatmono mengecek lokasi. Pantauan KR, jalan cor beton dibangun di jalur cukup ekstrem dengan tanjakan dan turunan tajam. 

"Desa Wonokeling, warganya guyub dan gemar bergotong royong. Saya sudah dua kali ke sini. Rekan kepolisian dan ormas luar biasa membantu. Alhamdulilah selesai tepat waktu. Selama 30 hari, dikerjakan oleh 40 orang setiap hari," kata Dandim. 

Menurutnya, pemilihan lokasi TMMD di Desa Wonokeling tepat. Penduduknya membutuhkan akses memadai di jalan untuk berbagai keperluan. Di TMMD di desa ini, kegiatan fisik dan non fisik menelan dana Rp 624 juta dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. (Lim)

BERITA REKOMENDASI