Tol Ngasem-Sragen Segera Dibuka, Potensi Kemacetan Diinventarisasi

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub-PKP) Karanganyar memetakan ruas-ruas jalan potensial macet akibat pengoperasian jalur tol Solo-Ngawi ruas Ngasem, Colomadu-Sragen. Rekayasa lalu lintas direncana di ruas rawan macet tersebut.

“Kemarin itu (Kamis, 17/5), pejabat Dinas Perhubungan di Sragen, Solo, Boyolali dan Karanganyar mengecek ruas tol Ngasem-Sragen. Di sepanjang ruas itu terdapat wilayah kami yang dilewati dan mengalami imbas dari pengoperasian tol. Misalnya, apabila antrean masuk ke pintu tol Ngasem penuh, maka berdampak di Kartasuro yang masuk Sukoharjo. Kemudian jika Klodran macet, berdampak di Banyuanyar, Solo. Sedangkan di Karanganyar, tumpuan di persimpangan Sroyo,” kata Kepala Dishub-PKP Karanganyar, Sundoro kepada wartawan, Jumat (18/5).

Pengecekan jalan tol itu inisiatif dishub empat kabupaten/kota. Di Karanganyar, terdapat dua pintu masuk tol yang akan dioperasikan di Colomadu, yakni Ngasem dan Klodran. Titik potensial macet berada di ruas Jalan Kartasura-Boyolali dan Jalan Adi Soemarmo.  

“Tetap ada dampak di jalan kabupaten dan perbatasan atas pengoperasian tol. Untuk pintu tol di Kebakkramat, kemungkinan belum akan dioperasikan. Di interchange sana, ada penyempitan. Sedangkan interchange Gondangrejo dan bandara juga belum akan difungsikan pada jalur mudik nanti. Jadi, yang difungsikan Ngasem dan Klodran di Colomadu, Karanganyar-Pungkruk di Sidoarjo, Sragen ” katanya.

Adapun imbas kemacetan di Karanganyar selain Jalan Adi Soemarmo dan Sroyo, juga di simpang tiga Flyover Palur.

Sundoro mengatakan butuh koordinasi dengan satuan lalu lintas Polres dan pengelola jalan tol.

“Operasional kapan, jadinya kapan itu teknis di PT JSN (Jasa Marga Solo Ngawi). Namun menurut perhitungan kami, Tol Ngasem-Sragen siap operasional melayani arus mudik balik Lebaran. Fisik jalan bagus dan rambu sudah sebagian terpasang,” katanya.

Usai memetakan titik rawan macet, Dishub-PKP menyiagakan tim gerak cepatnya selama momentum puncak arus lalu lintas. Tim itu bertugas membantu mengurai kepadatan apabila terjadi kecelakaan dan sejenisnya.  

Direktur PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN), David Wijayanto beberapa waktu lalu mengatakan pekerjaan fisik ruas Ngasem sampai Ngawi sepanjang 90 kilometer selesai 95 persen. Sisa waktu sampai ramadan diperkirakan cukup untuk menyelesaikannya sehingga siap dilalui kendaraan arus mudik dan balik lebaran. (Lim) 

 

BERITA REKOMENDASI