Toleransi Antarumat Beragama, Gotong Royong Rehab Pura Amerta Satya Loka

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pembangunan rehab Pura Amerta Satya Loka di Jenawi menunjukkan toleransi antarumat beragama terjalin harmonis. Tempat ibadah umat Hindu di lereng Lawu ini diperbaiki oleh masyarakat secara gotong-royong.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Karanganyar, Widadi Nur Widyoko mengatakan hal itu di sela peresmian rehab Pura Amwrta Satya Loka di Dukuh Beling, Desa Balong Jenawi, Senin (30/11/2020). “Pura ini sudah lama ada. Karena bangunannya sudah beberapa bagian rusak termakan usia, lalu direhab. Masyarakat sekitar sangat antusias dengan membantu bekerja bakti. Kami sangat mengapresiasinya,” kata pria yang juga menjabat kepala Desa Kemuning, Ngargoyoso.

Dalam peresmian itu dihadiri segenap unat Hindu di wilayah Jenawi. Hadir pula direksi Bank BNI selaku pemberi CSR rehab pura. Widadi mengatakan, Bank BNI memberi bantuan CSR Rp82 juta. Bantuan ini dikelola tim pembangunam pula dalam bentuk bahan material dan sebagainya. Adapun rehab ini berlangsung kurang lebih sebulan.

Lebih lanjut dikatakan, terdapat 23 pura di Kabupaten Karanganyar yang terpusat di Mojogedang, Jenawi dan Ngargoyoso. Jumlah ini menurutnya sudah merata dan mewadahi tempat ibadah umat Hindu. Namun, hanya beberapa pura yang biasanya dipusatkan untuk kegiatan besar keagamaan.

“Sebanyak 23 pura ini sudah cukup memfasilitasi seluruh umat Hindu di Karanganyar. Seperti di pura Amerta Satya Loka ini. Ada 150-an umat. Dengan rehab ini, mencukupi kebutuhan peribadahan mereka,” katanya.

Sementara itu, PHDI Karanganyar terus mengajukan dana rehab pura untuk memperbaiki tempat ibadahnya di puluhan lokasi lain. Pengajuan tertuju Bimas Hindu Kemenag.

Kepala Kemenag Karanganyar Wiharso berpesan kepada para penyuluh Agama Hindu agar mengagendakan kegiatan-kegiatan untuk umat Hindu dan dikoordinasikan dengan perencanaan. Ia berharap adanya tambahan anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi umat di Kabupaten Karanganyar.

“Sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, menghormati dan menghargai dalam kesetaraan ajaran agama, serta saling bekerjasama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Jadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan,” pungkas Wiharso. (Lim)

BERITA REKOMENDASI