TPID Operasikan Kios Harga Murah

SOLO, KRJOGJA.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Solo membuka lapak penjualan komoditas kebutuhan pokok secara reguler dengan mematok harga di bawah harga pasar. Lapak yang diberi tajuk Kios Mirunggan ini, beroperasi secara reguler setiap hari selama tiga jam mulai dari pukul 06.00 hingga 09.00. Untuk sementara, Kios Mirunggan dibuka di dua pasar tradisional, masing-masing Pasar Gedhe dan Pasar Nusukan.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan usai lounching Kios Mirunggan di Pasar Gedhe, Selasa (18/12/2018), mengungkapkan, secara bertahap, Kios Mirunggan dibuka di seluruh Pasar Tradisional di Solo. Selain memfasilitasi warga dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah, juga diarahkan sebagai wahana menekan laju inflasi hingga ke tingkat serendah mungkin.

Dibanding harga pasaran, tambah pria yang akrab disapa Rudy, harga yang dipatok Kios Mirunggan relatif lebih murah sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Harga gula pasir yang di pasaran umum mencapai Rp 12 ribu per kilogram, misalnya, Kios Mirunggan mematok harga Rp 10.500 per kilogram. Demikian pula telor ayam dijual dengan harga Rp 22 ribu per kilogram, sedangkan harga di pasaran bebas mencapai Rp 24 ribu per kilogram.

Menjawab pertanyaan kategori konsumen serta pembatasan jumlah pembelian, Rudy menyebut tidak ada ketentuan apapun. Artinya, siapapun tanpa membedakan strata sosial ekonomi boleh berbelanja di Kios Mirunggan dalam jumlah tanpa batas. Kendati demikian, dia meminta warga memanfaatkan fasilitas ini hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kalau ada oknum warga memanfaatkan Kios Mirunggan untuk kulakan, kemudian dijual lagi dengan mencari keuntungan, silakan saja, tapi resiko ditanggung sendiri jika suatu saat keuntungan material yang diperoleh tak sebanding dengan hal-hal yang justru merugikan, seperti peristiwa tak terduga yang harus mengeluarkan banyak biaya," ujarnya.

Tentang keberadaan Kios Mirunggan yang kemungkinan berpotensi menyaingi pedagang pasar tradisional, Rudy meyakini hal itu tak bakal terjadi. Selain operasional hanya selama tiga jam mulai pukul 06.00 hingga 09.00, komoditas yang dijual juga relatif terbatas kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telor, dan sebagainya.

Selain memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pokok, Rudy juga menyarankan, agar masyarakat memanfaatkan selisih harga tersebut untuk menabung. Setiap saat warga berbelanja di Kios Mirunggan, selisih harga yang diperoleh dibanding pasaran umum, dimasukkan dalam celengan hingga suatu saat akan terkumulasi dalam jumlah lumayan besar. "Misalnya hari ini berbelanja beras, gula, serta minyak goreng, dan memperoleh selisih harga sekitar Rp 5 ribu, masukkan dalam celengan," ujarnya sembari menambahkan, begitu seterusnya setiap kali berbelanja di Kios Mirunggan.(Hut)

BERITA REKOMENDASI