Traffic Tol Solo – Ngawi Diprediksi Naik 47 Persen

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kenaikan jumlah pengguna jasa tol Solo – Ngawi pada momentum Natal 2020 dan tahun baru 2021 diprediksi kurang signifikan. Meski demikian, dilakukan berbagai antisipasi kemacetan di jalan bebas hambatan itu.

Manager Pengendalian Operasi PT JSN Imam Zarkasi mengatakan, kenaikan traffic di tol Solo-Ngawi pada momen nataru tahun ini sekitar 47 persen. Sebagai pembanding, jumlah rata-rata mobil yang melintasinya 15.200 unit per hari. Menurutnya, prediksi kenaikan itu dalam skala sedang. Dibandingkan momentum sama pada tahun lalu, lanjutnya, kenaikannya pada tahun ini tak seberapa banyak.

“Momentum puncak pada 24-27 Desember dan 31 Desember-3 Januari. Pada tahun ini, prediksinya naik 47 persen dari traffic lalu lintas normal. Pada lalu lintas normal, yang lewat tol Solo-Ngawi ada 15.200 mobil,” katanya kepada wartawan di exit tol Kebakkramat, Selasa (15/12/2020).

Imam menghitung kenaikannya sekitar 23 ribu mobil per hari dalam prediksi kenaikan 47 persen. Jika dibandingkan tahun lalu dengan kenaikan per hari 33 ribu mobil, lanjutnya, kondisi saat ini masih lumayan. Lonjakan traffic itu akibat perjalanan masyarakat di momentum liburan natal dan tahun baru. “Sekarang ini pandemi. Ada pembatasan oleh pemerintah dan masyarakat masih takut bepergian,” katanya.

Guna mengantisipasi antrean panjang di jalur masuk dan keluar tol, PT JSN akan menambah fasilitas transaksi e-tol. “Biasanya empat lajur ditambah menjadi lima lajur. Terutama di titik padat seperti Colomadu Karanganyar dan Ngemplak Boyolali,” katanya.

PT JSN juga bersiap mengoperasikan gerbang tol di Bandara Adi Soemarmo. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu izin dari Kementrian Perhubungan. Pengoperasiannya untuk mengkoneksikan jalan tol ke fasilitas penerbangan tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, pengguna jalan tol diingatkan menyiapkan diri dan kendaraan sebaik mungkin. Menurutnya, kebanyakan kecelakaan di jalan tol diakibatkan permasalahan mobil dan human error.

“Semenjak jalan tol ini menghubungkan trans Jawa, otomatis tingkat kelelahan pemakai jalan cukup tinggi. Makanya harus istirahat. Jangan memaksakan diri. Maksimal berkendara 4 jam. Penyebab lakalantas lainnya adalah pecah ban,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI