Tragis! Anak Tewas Bersimbah Darah, Jantung Ibu Kumat Lalu Meninggal

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Seorang pria bernama Parmin (30) ditemukan tewas dengan luka tusukan pisau di bagian perut di rumahnya, Desa Bolon, Colomadu, Rabu malam (24/11). Menyusul kemudian sang ibu terkena serangan jantung lalu meninggal dunia akibat tak kuasa melihat kondisi putranya.

Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko mengatakan mayat korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya bernama Partono pada Rabu (24/11) pukul 19.15 WIB. Ia memutuskan mengecek kondisi korban ke rumahnya karena teleponnya tak kunjung diangkat. Semula dikira korban tidak dirumah, namun ia mendapati lampu menyala. Kemudian saat diketok, ternyata pintu tidak terkunci. Ia pun masuk rumah korban. Betapa kaget dirinya menyaksikan korban berbaring di tempat tidur dengan perut terluka senjata tajam. Saat diperiksa, ternyata sudah tidak bernyawa.

“Saksi kemudian memanggil dua orang lain. Ia merasa panik. Mereka kemudian menghubungi polisi,” katanya.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bercak darah di lantai bekas diusap. Polisi mengamankan barang bukti berupa pisau dapur, dompet dan ponsel milik korban.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Husein masih mendalami kasus tersebut. Belum dipastikan pelaku bunuh diri atau dibunuh. “Saat ini masih didalami. Tubuh korban diautopsi,” katanya.

Sementara itu kematian putranya membuat ibu korban bernama Ngadinah, terguncang. Wanita lansia itu begitu melihat putranya tergeletak tak bernyawa, langsung pingsan. Keluarga membawanya ke RS dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo Colomadu. Namun nyawanya tak tertolong.

“Jadi, dua orang yang meninggal dunia. Sang anak karena tusukan dan ibunya yang syock,” kata Kepala Desa Bolon, Mulyanto.

Mulyanto tidak melihat secara langsung kondisi korban saat kejadian. Begitu tiba di lokasi pada Rabu malam, ia mendapati polisi sedang melakukan olah TKP dan rumah terpasang garis polisi. Ia tak terlalu mengenal keluarga korban. Setahu dirinya, korban belum berumah tangga. Kesehariannya menjadi buruh bangunan dan sesekali membantu ibunya berjualan di toko kelontong.

“Kita serahkan ke polisi kasusnya. Semoga terjawab penyebab Parmin meninggal dunia,” katanya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI