TSTJ Bakal Dilengkapi Fasilitas eSport

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Sejumlah fasilitas baru berkelas internasional, akan melengkapi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), diantaranya olahraga elektronik atau sering disebut eSports yang kian populer dalam beberapa tahun terakhir, selain pula beberapa wahana lain. Tak tanggung-tanggung, fasilitas eSport didesain untuk mengakomodasikan pemula hingga tingkat profesional, atas inisiasi investor yang digandeng Perusahaan Daerah (Perusda) TSTJ dengan investasi senilai Rp 22 miliar.

Direktur PT Warna Bhuana Indonesia (WBI), Herman Adrianto, menjawab wartawan usai penandatanganan naskah kerjasama, di Sanggar Gesang TSTJ, Jumat (28/9) mengungkapkan, bagi sebagian masyarakat, eSport hingga kini memang relatif masih asing, bahkan sering dinyatakan sebagai game yang dikenal selama ini. Padahal, eSport merupakan cabang olahraga baru menggunakan peralatan elektronik, dan sempat dipertandingkan dalam porsi ekshibisi pada Asian Games 2018 lalu.

Fasilitas eSport tersebut, nantinya dikombinasikan dengan wahana hiburan lain, sebab secara global pengembangan TSTJ tetap diarahkan sebagai wahana rekreasi. "Wahana baru dengan memanfaatkan lahan seluas 2 hektar ini, dikemas dengan nama Bengawan Solo Park," ujarnya sembari menyebut, selain eSport Stadium berkelas internasional, juga dilengkapi 'amphiteater community park', 'walking museum', kawasan kuliner, dan sebagainya.

Fasilitas amphiteater community park, jelas Herman, tak saja didesain untuk mengakomodasikan panggung pertunjukan, tetapi juga arena interaksi segala jenis komunitas, baik bidang otomotif, musik, flora, fauna, dan sebagainya. Selama ini, komunitas-komunitas yang bertumbuhan di tengah masyarakat, tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri, hingga acapkali memanfaatkan jalan raya atau arena tertentu sebagai tempat berinterkasi. Nantinya mereka bisa mengekspresikan diri di TSTJ dengan fasilitas relatif lengkap dan nyaman.

Termasuk kalangan komunitas Koes Plusmania ataupun dangduter yang telah eksis selama puluhan tahun, dan kini kehilangan tempat berinterkasi terkait penutupan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, bisa beralih ke 'amphiteater community park'. Diproyeksikan, seluruh fasilitas baru tersebut dapat dioperasikan secara penuh pada akhir tahun 2019 mendatang. Meski begitu, pada akhir Desember tahun ini, setidaknya beberapa fasilitas sudah dapat dioperasikan, hanya saja masih dalam kapasitas terbatas.

Menjawab pertanyaan tiket masuk, Herman menyebut, sejauh ini belum memperoleh gambaran pasti, sebab harus dikomunikasikan dengan Perusda TSTJ sebagai mitra kerja. Yang jelas, prinsip penetapan harga tiket masuk terjangkau masyarakat, sebab keberadaan TSTJ tak sekadar sebagai ruang bisnis, tetapi juga mengemban missi sosial serta konservasi. (Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI