Tukang Becak Tolak Ojek Online

SOLO (KRjogja.com) – Ribuan pengemudi becak dan ojek pangkalan berramai-ramai 'menggruduk' Balaikota Solo guna menolak operasional ojek berbasis online karena mengancam sumber penghidupan.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB), Achmad Sardi di sela aksi di halaman Balaikota, Kamis (29/12 mengatakan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak mengambil sikap atas operasional ojek online, cepat atau lambat becak akan mati. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, para pengemudi ojek online berani banting harga dengan memasang tarif rendah, sehingga masyarakat enggan lagi menggunakan jasa becak.

Dia mengakui, kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindari, tetapi membiarkan becak sebagai alat transportasi tradisional mati begitu saja karena tak mampu bersaing, disebutnya sebagai hal tidak bijaksana. 

"Pemkot Solo harus memberi perlindungan diantaranya dengan melarang operasional ojek online. Apalagi, becak menjadi salah satu ikon budaya di Kota Solo, selain pula menjadi sumber penghidupan sebagian warga Solo," jelasnya.

Sardi menyebut, Pemkot Solo beberapa waktu lalu akan menertibkan operasional ojek online, karena tidak dilengkapi dokumen perizinan. Namun kenyataannya, ojek online masih berseliweran, bahkan semakin bertambah hingga kisaran angka 500 armada. Karenanya, mereka menagih komitmen Pemkot Solo yang akan mengambil tindakan tegas terhadap operasional ojek online. (Hut)

BERITA REKOMENDASI