Tunda Kehamilan Selama Pandemi, Berisiko Kematian Ibu dan Bayi

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menyarankan pasangan usia subur supaya menunda kehamilan selama masa pandemi Covid-19. Inveksi virus tersebut terhadap ibu hamil terbukti mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Tercatat 500 lebih ibu hamil terpapar Covid-19 sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu. Sampai sekarang, lima diantaranya meninggal dunia.

“Saat ini 124 kasus aktif Covid-19 yang menjangkiti ibu hamil. Total akumulasinya 500 lebih kasus aktif. Sebaiknya tunda dulu kehamilan selama masih pandemi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwati di gedung DPRD Karanganyar, Jumat (09/07/2021).

Lima kematian ibu hamil tersebut dipicu penyakit penyerta seperti hipertensi sampai gagal ginjal. Kondisinya diperparah paparan Covid-19. Imbauan menunda kehamilan disampaikan melalui media sosial dan papan informasi di fasilitas kesehatan.

Di sana tercantum kondisi yang bisa dialami ibu hamil saat terpapar Covid-19 seperti daya tahan menurun, bergejala lebih berat dan memerlukan perawatan intensif dan mempengaruhi keselamatan ibu serta bayinya.

Purwati mengatakan, ibu hamil yang terkonfirmasi perlu segera menyiapkan segala sesuatu demi kelangsungan hidupnya dan bayi. Yakni menjaga asupan nutrisi, olahraga teratur, patuhi prokes, hindari kerumunan, rajin periksa kehamilan, siapkan persalinan di faskes oleh nakes serta memasang alat kontrasepsi usai melahirkan.

Lebih lanjut dikatakan, Dinas Kesehatan menyiapkan persalinan bagi ibu terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Saat ini kebutuhan itu dilayani di Puskesmas Karanganyar, Kebakkramat 1, Jumapolo, Colomadu 2, Kerjo dan Tawangmangu. (Lim)

BERITA REKOMENDASI