Tunggakan PBB Capai Rp 3 Miliar

SRAGEN, KRJOGJA.com – Tunggakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Sragen setiap tahun mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar. Pemkab Sragen menduga Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB tidak sampai ke wajib pajak atau pajak terhutang di wilayah, sehingga realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut menjadi kurang maksimal.

'“Kalau dilihat dari prosentase tunggakan PBB memang kecil, namun kalau dinilai dari nominal PAD, tunggakan itu cukup besar," ujar Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen, Dwiyanto, Senin (12/3). Selama ini realisasi PAD dari sektor PBB setiap tahunnya memang tidak bisa mencapai 100 persen. 

Setiap tahun, menurut Dwiyanto, rata-rata masih ada PBB terhutang antara Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. Banyak faktor yang menyebabkan pajak tersebut tidak maksimal, di antaranya SPPT PBB tidak sampai ke tangan wajib pajak. Selain itu dimungkinkan pajak tersebut berhenti di wilayah, baik di tingkat perangkat desa atau kecamatan.

Selama ini pihaknya telah menyampaikan SPPT PBB ke wajib pajak melalui kecamatan yang kemudian  diteruskan ke desa. Bahkan pihaknya sudah memantau penyampaian SPPT PBB tersebut. Harapannya pemberitahuan pajak itu sampai ke wajib pajak dan dibayar sebelum jatuh tempo. (Sam)

BERITA REKOMENDASI