Tunggu 7 Bulan, Peternak Babi Bersedia Pindah

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemilik ternak babi di Dusun Kauman Desa Nangsri Kebakkramat meminta waktu 7 bulan untuk pindah dari lingkungan tersebut. Hal itu disepakatinya bersama warga setempat.

Kepala Desa Nangsri, Wiyana mengatakan hasil mediasi tersebut disepakati dan tertuang di surat bermaterai. Polemik keberadaan kandang babi di Dusun Kauman akhirnya mencapai antiklimaks.

“Peternak mau merelokasi kandang babi, tapi memang butuh waktu. Mereka minta 7 bulan lagi baru bisa pindah,” katanya, Senin (22/02/2021).

Ada 4 kesepakatan antara warga dengan para peternak babi di Kauman. Pertama, semua peternak babi sanggup menutup dan merelokasi ternak dengan tenggang waktu 7 bulan terhitung mulai tanggal 19 Februari sampai dengan akhir bulan September 2021.

“Tadi penginnya warga sebelum lebaran tahun ini. Tapi peternak mengatakan tidak bisa kalau dekat waktunya. Saat ini ternaknya kecil-kecil. Menunggu besar dulu,” katanya lagi.

Kedua, selama 7 bulan batas menutup dan merelokasi kandang, peternak bersedia melakukan pengurangan jumlah babi yang dipelihara.Kesepakatan ketiga, peternak babi atas nama Bapak Sukimin akan menghibahkan jalan dan saluran kepada warga Dukuh Kauman.

Sedang kesepakatan keempat, peternak atas nama Kasiyo untuk segera memindahkan kandang babi yang ada di sebelah barat ke kandang sebelah timur. “Pertemuan Jumat lalu diikuti juga dari Kabupaten ada Satpol PP, Dinas Pertanian, trantip Kecamatan, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Kapolsek dan jajarannya,” jelasnya.

Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar, Heri Sulistyo mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan mantri ternak di lapangan untuk melakukan pengawasan. Terutama untuk pakan ternak yang tidak menimbulkan bau. “Kalau pakan ternak difermentasi dengan mikroba, tidakakan menimbulkan bau. Kita akan berikan pelatihan kepada para mantri ternak ini,” ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, warga Kauman memprotes keberadaan kandang ternak di kampungnya. Alasannya, menimbulkan aroma tak sedap dan suara berisik. (Lim)

BERITA REKOMENDASI