Uji KIR Online Belum Diminati

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pelayanan uji kir online

kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen masih belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Terbukti masyarakat masih banyak yang memilih mendaftarkan secara manual dalam melakukan uji kir. 

Padahal dengan layanan online

, pelayanan akan lebih cepat dan tidak perlu mengantri. Petugas Unit PelayananTeknis Dinas (UPTD) Dishub Sragen, Junaedhi Kamis (1/6) mengatakan, meski sudah dipermudah dengan pendaftaran melalui online

, namun masyarakat masih banyak yang memilih datang langsung ke kantor. "Jadi tidak sampai 10 persen per hari yang mendaftar secara online

. Dalam sehari rata-rata 60-70 kendaraan yang melakukan uji kir," ujarnya.

Menurut Junaedhi, akses pendaftaran online

memang menggunakan akses email. Lantaran masih banyak masyarakat yang belum memaksimalkan online

, sehingga tidak banyak yang memanfaatkan. Oleh karena itu, pihaknya akan mempermudah layanan dengan memperbarui sistem dengan mendaftar dengan layanan SMS/Whatsapp. "Ke depan memang perlu perubahan dengan sedikit perubahan sistem. Dengan online

sebenarnya bisa mengurangi antrian," jelasnya.

Diakui Junaedhi, jika menggunakan pendaftaran online

sebenarnya bisa lebih cepat. Selain itu pemilik kendaraan juga akan disarankan waktu yang tidak terlalu padat. Pihaknya terus melakukan sosialisasi melalui SMS gateway

dan sebagainya.

Dishub Sragen, lanjutnya, juga mengembangkan inovasi lain dalam pengawasan lalu lintas. Setelah mendapat masukan dari Lembaga Aparatur Negara (LAN), Dishub Sragen melengkapi anggota dengan aplikasi QR Code

. Dengan scan barcode

yang ada di kendaraan angkutan bisa diketahui data lengkap tentang kendaraan. "Setelah barcode di-scan

maka akan terlihat mulai dari masa uji, masa berakhir, nomor mesin hingga jika ditilang akan terlihat nama petugas yang menilang," terangnya. 

Nantinya QR Code

yang dimiliki Sragen bekerja secara nasional. Diharapkan ke depan dalam tugas pengembangan perhubungan akan dapat mempermudah uji kir. "Harapannya uji kir bisa dilaksanakan di mana saja, bukan hanya di daerah asal. Sekarang bisa, namun harus menggunakan surat pengantar," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI