Ular Berbisa Nyaris Dipaketkan Melalui Kargo Pesawat

SOLO, KRJOGJA.com – PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo berhasil menggagalkan pengiriman paket tiga ekor ular berbisa dengan tujuan Palangkaraya. Paket yang dikemas secara sembrono dalam kardus itu dapat  membahayakan bagi keselamatan penumpang pesawat terbang di lingkungan bandara Adi Soemarmo. 

Pejabat humas Bandara Internasional Adi Soemarmo, Danar Dewi kepada wartawan, Rabu (27/2/2019) membenarkan pihak PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo dalam hal ini Angkasa Pura Logistik Bandara Adi Soemarmo lebih memperketat barang kiriman melalui kargo. "Benar pada 22 Februari 2019 pihak logistik bandara Adisumarmo menemukan barang yang akan dipaketkan ke Palangkaraya yang berisi ular berbisa. Modus operandi, pihak pengirim memalsukan data. Pada formulir pengiriman barang yang dipaketkan ditulis asesori kain. Namun kenyataannya pada satu koli kardus paketan berisi tiga ekor ular berbisa," ujar Danar Dewi.

Dari informasi yang diperoleh KRJOGJA.com ular berbisa yang kulitnya berwarna hijau itu  dimasukkan ke dalam  botol. Botol berisi ular kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kardus dengan tingkat keamanan yang sangat minim. Sehingga sangat membahayakan penumpang di dalam pesawat.  

Pihak Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo masih terus menyelidiki termasuk meminta keterangan pihak pengirim bernama Ansa yang mengaku asal ular dari Ponorogo, Jawa Timur . "Meski demikian, karena ular tersebut dianggap bukan termasuk hewan yang dilindungi, pihak Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo tidak memberikan sanksi kepada si pengirim," ujar Danar Dewi. 

Karena menyangkut makhluk hidup, pihak lembaga penerima paket yakni perusahaan ekspedisi udara bernama Dea Cargo akhirnya mengirim tiga ekor ular ke kantor Balai Kantor Pertanian (BKP) Klas II Yogyakarta wilayah kerja bandara Adisumarmo. 

Pimpinan Angkasa Pura Logistik Bandara Adi Soemarmo, Candra Karamoi, Rabu (27/2/2019) secara terpisah mengatakan paket ular yang masih hidup itu diserahkan  ke kantor Balai Kantor Pertanian (BKP) Klas II Yogyakarta wilayah kerja bandara Adisumarmo, Selasa (26/2/2019) yang berpengalaman memelihara makhluk hidup pada kasus paket bermasalah. 

Candra menambahkan, untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang kembali akan dilakukan pengetatan pengawasan. "Kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti dari karantina, jasa penitipan dan lainnya. Sehingga harapan kita kedepannya kasus seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI