UMS Kembangkan Desa Wisata Menari di Dusun Tanon Lereng Gunung Telomoyo

SOLO, KRJOGJA.com – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Desa Wisata Menari di Dusun Tanon Lereng Gunung Telomoyo Kecamatan Getasan, kabupaten Semarang. Desa wisata ini ke depan dikemas lebih bersih dan sehat serta sarat muatan edukatif bagi keluarga.

Sejak 2012 Tanon menjadi salah satu destinasi wisata yang khas dan unik, dengan sajian paket hiburan menari dan wisata pembelajaran (outbond) serta wisata psikoterapi. "Tanon memiliki potensi wisata yang luar biasa, sayang kingkungannya belum tertata. Nah inilah yang kami garap," jelas Dr Djalal Fuadi MM, staf pengajat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Selasa (05/09/2017).

Menurut Djalal, desain dan penataan lingkungan untuk mendukung desa wisata masih sangat konvensional misalnya dalam pengelolaan peternakan, begitu juga pemanfaatan hasil-hasil pertanian. Kondisi akses jalan masuk masih sempit, belum tersedia area parkir kendaraan pengunjung.

"Peternakan sapi dan kambing yang dikelola secara konvensional belum memadukan dengan pertanian organik. Yang dirasakan lingkungan peternakan kotor dan bau. Ini yang membuat wisatawan tidak krasan tinggal di desa Tanon. Untuk menghilangkan bau kani mengolah kotoran menjadi energi biogas," tutur Djalal bersama dua rekannya Drs Suharjo MS dan Dwi Sarbini MKes.

Melalui program Ipteks bagi Desa Mitra (IbDM) mereka membuat aplikasi peternakan bersih dengan memanfaatkan instalasi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk sumber energi rumah tangga yang murah disamping menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kegiatan pertanian dan perkebunan.

"Hasil pertanian dan perkebunan juga diolah menjadi produk oleh-oleh khas desa wisata Tanon dengan kemasan yang baik, menarik dan sehat," tambah Djalal.(Qom)

 

BERITA REKOMENDASI