UNBK 54 SMP/MTs Menumpang, Masih Diwarnai Server Down

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP/MTs di Karanganyar terkendala server down, Senin (23/4/2018). Peran proktor dan teknisi sangat penting untuk memulihkan ke kondisi semula.  

Pantauan KRJOGJA.com di SMAN 1 Karanganyar, peserta UNBK asal SMPN 5 yang mengerjakan Bahasa Indonesia berulangkali mengeluhkan server down. Mereka menyampaikan problem gagal login ke proktor dan teknisi laboratorium. Mendengar keluhan itu, petugas langsung mengutak-atiknya di komputer pengendali sampai kondisi pulih.

Setelah pulih jaringannya, peserta diminta mengulang login dan melanjutkan mengerjakan lagi. Panitia memastikan jawaban tidak akan hilang asalkan sudah disimpan. Masing-masing peserta memiliki waktu dua jam mengerjakan tanpa terpotong durasi server error.

"Durasi dua jam ujian tidak dikurangi. Walaupun peserta mengalami server error maupun loginnya terlambat dari jadwal," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa kepada wartawan usai inspeksi mendadak UNBK SMP/MTs.

Empat ruang lab SMAN 1 Karanganyar dipinjam untuk penyelenggaraan UNBK 252 peserta dari SMPN 5 di dua sesi. Total terdapat 54 SMP/MTs menumpang ujian komputer ini ke SMA/SMK yang memiliki laboratorium IT, rinciannya 10 MTs dan 44 SMP. Sedangkan secara mandiri di 24 sekolah. Total pesertanya 9.936 anak. Sedangkan peserta UN berbasis kertas dan pensil (UNKP) sebanyak 2.832 anak.

Mengenai server down, Tarsa mengatakan penyebabnya problem teknis dari pengelola jaringan di puspendik. Meski demikian, persoalan dapat diatasi tanpa merugikan peserta ujian.

Dalam sidak tersebut, Tarsa mendampingi Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi. Mereka hadir di waktu jeda jelang sesi II ujian.

"Semua komponen siap, juga panitia ujian. Kendala teknis maupun nonteknis sudah bisa diatasi. Terutama masalah server down. Tadi juga ada peserta ujian terlambat. Hak yang bersangkutan tidak dikurangi. Tetap bisa mengerjakan dengan durasi dua jam," kata Samsi.

Ia mengupayakan seluruh SMP/MTs bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri tahun depan tanpa perlu menumpang ke sekolah lain. Mekanisme usulan di APBD perubahan merupakan satu-satunya cara.

"Punya perangkatnya dulu, baru didaftarkan UNBK. Kalau mau mandiri tahun 2019, harus dianggarkan di APBD perubahan tahun ini. Jika dihitung, kebutuhannta Rp 23 miliar. Itu pembelian komputer dan perangkatnya. Tentu tidak hanya untuk UNBK saja, melainkan penyelenggaraan pendidikan IT," katanya.

Kepala SMPN 5 Karanganyar, Arif Kusnandar mengatakan pinjam pakai laboratorium milik SMAN 1 Karanganyar dalam keperluan ujian cuma-cuma. Sedangkan operasional rutin ditanggung biaya operasional sekolah (BOS).

"Untuk pengawas, kebersihan dan logistik dari BOS. Namun pinjam pakai lab tidak dipungut biaya," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI