Undangan Asean Games Ternyata Dibuat di Wonogiri

Editor: Ivan Aditya

BANGGA campur was-was begitulah kira-kira perasaan yang dialami Retno Lawiyani bersama suaminya Sujoko. Pasalnya pengrajin tatah sungging wayang kulit asal Desa Kepuhsari Manyaran Wonogiri ini dipercaya untuk membuat undangan bagi tamu-tamu penting negara seperti presiden dan wakil presiden maupun kepala negara atau pemerintahan se-Asia Tenggara pada upacara pembukaan pesta olahraga Asean Games XVIII/2018 di Jakarta dan Palembang mendatang.

"Ada perasaan sedikit was-was takut kalau hasil pekerjaan saya kurang atau tidak memuaskan," ujar perempuan 38 tahun saat ditemui KRJOGJA.com di rumahnya Desa Kepuhsari.

Meski gelaran pesta olahraga Asean Games XVIII belum dimulai namun order pembuatan 65 set (satu set terdiri dari gunungan, badak rusa dan burung cenderawasih) undangan dengan bahan baku kulit itu sudah selesai dikerjakan dengan baik oleh  Retno dan suami serta 7 pekerjanya. Selain piawai membuat wayang kulit, Retno Lawiyani juga dikenal sebagai pecinta gamelan dan pelukis kaca tokoh-tokoh pewayangan yang sangat andal karena hasil karyanya halus, bagus dan detail dalam setiap melukis wayang sesuai karakternya.

Bakat menatah sungging  melukis kaca tokoh pewayangan hingga karawitan sudah sejak kecil tumbuh dari diri Retno. Untuk mengasah ilmunya, ibu satu anak ini pernah belajar di Institut Seni Surakarta (ISI) serta kuliah di UNS. Kini, dirinya aktif mengasuh Sanggar Wayang 'Asto Kenya' dan menjadi Koordinator Wayang Village (Kampoeng Wayang) Desa Kepuhsari Wonogiri.

Desa Kepuhsari sejak lama dikenal sebagai sentra kerajinan wayang kulit di Wonogiri bahkan mungkin di wilayah Jawa Tengah. Sekitar 90 persen penduduk desa itu memiliki pekerjaan sambilan sebagai pengrajin wayang disamping pekerjaan pokok menjadi petani maupun pedagang pasar.

"Sehingga tak kurang dari  85 pengrajin dan pemilik 'home stay' bergabung kami memperkuat eksistensi  Kampoeng Wayang Kepuhsari," ujar Retno Lawiyani.

Sebagai pengrajin wayang purwo (kulit), hasil karya Retno dan Sujono sudah banyak yang dibeli orang-orang penting di negeri ini. Bahkan, saat KR mengunjungi Sanggar 'Asto Kenya', Sujono tengah mengerjakan wayang kulit sosok Abiyoso pesanan ajudan mantan Presiden SBY.

"Jika ada pesanan saya kerjakan sepulang dari kantor, biasa lembur 'natah' hingga pukul 02.00-03.00 pagi," ujar Sujono yang juga Kepala Seksi (Kasi) Kesra Desa Kepuhsari Manyaran.

Nama pengrajin wayang dan pelukis kaca Retno Lawiyani mengorbit ketika Desa Kepuhsari Wonogiri menjadi tuan rumah event Konferensi Mahasiswa lnternasional yang melibatkan 26 negara maju, beberapa tahun lalu. Sejak itulah, banyak rombongan turis asing dari pelbagai negara seakan mbanyu mili datang ke Kampoeng Wayang Kepuhsari belajar tatah sungging, menabuh gamelan, mendalang hingga belajar tentang kebudayaan masyarakat Jawa.

"Kalau ada waktu luang kami bersama teman-teman relawan Akwori (Aksi Wonogiri) memberi pelatihan gratis bahasa Inggris, tatah sungging maupun karawitan kepada masyarakat sekitar desa," kata Retno sembari menambahkan langkah sosial ini sebagai komitmennya membangun Pokdarwisata atau kelompok sadar pariwisata di desa itu. (Djoko Santoso HP)

BERITA REKOMENDASI