Univet Sukoharjo Dorong Mahasiswa Lulus Langsung Kerja

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara (Bantara) Sukoharjo mendorong para mahasiswanya untuk aktif sehingga pada saat lulus nanti bisa segera mendapatkan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran pada usia produktif. Pihak kampus juga mengimbanginya dengan memperbanyak menjalin kerja sama dengan industri dan tempat usaha sebagai bagian memperbanyak jaringan lapangan pekerjaan.

Rektor Univet Sukoharjo Ali Mursyid Wahyu Mulyono, Sabtu (30/3) mengatakan, setiap tahun Univet Sukoharjo selalu melaksanakan wisuda baik sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) dengan jumlah lulusan ratusan mahasiswa. Mereka lulus tidak sekedar memuaskan dari sisi akademik namun juga non akademik dengan cepat terserap atau mendapatkan pekerjaan. Untuk bisa segera bekerja tidak hanya mengandalkan pihak perguruan tinggi saja namun juga dituntut keaktifan para mahasiswa.

Untuk mendapatkan pekerjaan para mahasiswa yang sudah lulus tidak harus mengandalkan dibukanya lowongan kerja pada sebuah industri. Namun mereka bisa aktif membuka sendiri lapangan kerja dengan berwirausaha.

"Univet Sukoharjo sudah aktif melakukan kerjasama dengan beberapa industri dan tempat usaha. Jadi kalau mereka butuh karyawan maka bisa menghubungi kampus. Tapi bisa juga lulusan mahasiswa berwirausaha dengan membuka sendiri lapangan kerja. Sebab sekarang jamannya anak muda atau milenial tampil," ujarnya.

Lulusan Univet Sukoharjo Tahun 2018 ada juga yang diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam rekrutmen ASN kemarin. Total ada 48 orang sekarang diterima menjadi abdi negara berasal dari berbagai program studi. Namun paling banyak berasal dari tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Mereka diterima diberbagai kantor pemerintahan diberbahai daerah di Indonesia seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta dan lainnya.

Dorongan untuk aktif juga dilakukan Univet Sukoharjo kepada para dosen dengan sekolah lagi mendapatkan gelar doktor hingga ke perguruan tinggi luar negeri. Sebab sampai sekarang baru ada sekitar 10 dari total kebutuhan 60 orang doktor. 

Kebutuhan doktor di Univet Sukoharjo sangat penting tidak hanya untuk dosen itu sendiri melainkan juga terhadap kemajuan pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi. Sebab keberadaan doktor secara otomatis akan meningkatkan hasil atau mutu lulusan.

Hingga tahun 2019 Univet Sukoharjo mencatat ada 23 dosen sedang mengenyam pendidikan gelar doktor diberbagai perguruan tinggi. Sedangkan pada tahun ini Univet Sukoharjo mendorong kepada semua dosen bisa sekolah doktor sampai ke perguruan tinggi di luar negeri. Salah satunya yang jadi rujukan Univet Sukoharjo yakni di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia.

"Segera kami sosialisasikan pada para dosen untuk sekolah doktor di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Disana sekolah cukup 3 – 4 tahun lulus sedangkan di Indonesia bisa sampai 5 – 6 tahun baru lulus," lanjutnya.

Kedepan Univet Sukoharjo berharap di masing masing program studi sudah ada minimal satu atau dua orang doktor. Harapan lainnya yakni semua program studi sudah terakreditasi A atau B dan tidak ada lagi yang C.

"Masih ada tiga program studi yang akreditasinya C dan tahun 2019 ini segera akan ditingkatkan lebih baik," lanjutnya.

Sementara itu pada Sabtu (30/3) Univet Sukoharjo menggelar wisuda periode pertama Maret Tahun 2019. Total ada 358 wisudawan dari 21 program studi dan pascasarjana. Lulusan S1 terbaik diraih oleh Tri Setiyani dari program studi manajemen dengan nilai IPK 3,87. Sedangkan lulusan pascasarjana terbaik Giyatno dari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dengan nilai IPK 3,75.

Dalam tiga tahun terakhir Univet Sukoharjo mampu meluluskan sebanyak  2.471 wisudawan. Rinciannya tahun 2017 ada 1.131 wisudawan, tahun 2018 ada 982 wisudawan dan tahun 2019 ada 358 wisudawan. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI