Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerjadi Karanganyar, 70 Orang Diamankan, 2 Bawa Sajam

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 70 remaja dan anak-anak diamankan selama unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja berlangsung di gedung DPRD Karanganyar, Selasa (13/10). Dua diantaranya membawa senjata tajam (sajam).

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengatakan puluhan orang tersebut berusia remaja dan anak-anak. Mereka diamankan dari berbagai lokasi berdekatan gedung DPRD. Tindakan aparat untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan karena unjuk rasa melibatkan orang-orang tak berkepentingan. Mereka yang diamankan datang secara bergerombol dengan menaiki truk, sepeda motor maupun jalan kaki.

“Mereka hanya ikut-ikutan. Kebanyakan tahu akan ada demo dari media sosial. Tapi mereka enggak tahu apa yang diperjuangkan. Ada sekitar 70 orang diamankan,” kata Kapolres kepada wartawan.

Setelah digeledah, dua orang membawa sejenis pisau. Keduanya dimintai keterangan terkait motif membawa benda berbahaya itu. Puluhan remaja dan anak-anak itu dikumpulkan di halaman Mapolres untuk dibina. Kepada mereka, Kapolres mengingatkan agar lebih baik belajar daripada ikut-ikutan berunjuk rasa. Di masa pandemi Covid-19, aksi tersebut rawan menjadi media penularan Covid-19.

Puluhan remaja dan anak-anak tersebut terdata santri dari berbagai pondok pesantren di Karanganyar dan sekitarnya. Sebuah truk bak terbuka nopol B 9483 LK yang mengangkut para santri dari sebuah Ponpes di Karangpandan ikut diamankan. Mereka boleh pulang setelah dijemput keluarganya.

Sementara itu Koordinator Aksi Unjuk Rasa 1310 di Karanganyar, Fadlun Ali mengakui hanya mengikutsertakan 100 orang pengunjuk rasa. Jumlah itu sesuai yang diizinkan aparat keamanan. Mengenai mereka yang diamankan di Mapolres, ia menyebut mereka para santri.

“Mungkin beberapa santri tergugah lewat medsos. Itu pun juga belum sampai sini,” katanya.

BERITA REKOMENDASI