UNS Berstatus PTNBH, Rektor: Dosen Harus Ada Lompatan Kreatifitas dan Inovasi

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRjogja.com – Prof Dr Jamal Wiwoho mengajak seluruh dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk meningkatkan kualitas riset maupun pengabdian kepada masyarakat. Ke depan jangan sampai kegiatan riset dan pengabdian masyarakat hanya untuk menggugurkan kewajiban sebagai dosen.

“Riset harus melahirkan produk yang bernilai komersial. Jadi diupayakan riset inovasi bisa sampai hilirisasi dan komersialisasi,’ tandas Prof Jamal, rektor UNS saat Launching Pameran 36 Produk Riset Siap Komersial di halaman gedung LPPM, Jumat (19/3).

Setelah berstatus PTNBH,lanjut Prof Jamal, harus ada lompatan kreativitas inovasi di kalangan dosen. Karena inovasi menjadi energi untuk menciptakan perubahan. Itulah UNS telah mendirikan devisi Inovasi dan hilirsasi.

Produk riset yang dipamerkan diantaranya produk minuman herbal: Curcuma Pro dan Cur-Co Smart yang bisa meningkatkan imun untuk mengantisipasi Covid 19. Kemudian Cabai Tampar, Cabai Rawit, Cabai Habanero dan Bibit Cabai Keriting dan Cabai Rawit. Sementara dari FKor menampilkan Jasa Konsultasi Olahraga Prestasi, Olahraga Pendidikan dan Olahraga Rekreasi serta Jasa Tes dan Pengukuran Keolahragaan

Sementara Prof Dr Kuncoro, Wakil Rektor 3 menjelaskan iklim riset dan inovasi masih dominan bergerak pada tahapan riset terapan yang maksimal capaiannya hanya berupa prototipe produk pada level Technology Redinnes Level (TRL) 6 atau Innovation Rediness Level (IRL) 3. Semestinya, prototipe produk tersebut dilanjutkan hingga TRL 9 atau IRL 6 sehingga produk layak komersial. Indikator ini ditandai oleh masih terbatasnya para peneliti yang mengajukan skema riset pengembangan/ riset fokus pada produk.-(Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI