UNS Dukung Sangiran jadi Cagar Budaya Dunia

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo siap mendukung keinginan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah untuk menguatkan kawasan Sangiran Kabupaten Sragen sebagai salah satu World Heritage. Untuk mendukung rencana kerja Bappeda Jateng tersebut UNS siap menerjunkan para pakar yang terhimpun di Pusat Studi Cagar Budaya dan Permuseum.

"Kami mengapresiasi rencana Bappeda propinsi Jawa Tengah menjadikan Sangiran sebagai salah satu world heritage," kata Prof Drs Sulistyo Saputro PhD, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Solo kepada KRJOGJA.com, Minggu (08/10/2017).

Pusat studi ini baru saja dibentuk diketuai Dr Susanto. Untuk mengeksplor Sangiran akan diterjunkan berbagai pakar. "Sangiran harus dikaji dan dikembangkan secara multidiplin," kata Prof Sulstyo di depan pengrajin binaan UNS di Sangiran.

LPPM nantinya memilki peranan penting dalam memperkuat Sangiran sebagai World Heritage. Yakni mengkaitkan dunia wisata yang ada dengan produk wisata serta kepurbakalaan sebagai satu kawasan situs, termasuk di dalamnya menggali kemungkinan adanya teknologi besi pada konsteks kepurbakalaan.

Banyak hal menarik yang terus dikembangkan di Sangiran, seperti perlu adanya produk wisata berupa wisata ilmiah edukasi yang  mengungkap kepurbakalaan dengan kajian arkeligis historis. Dengan wisata itu diharapkan bisa mengekspresikan dan mewujudkan lingkungan manusia purba di Sangiran.

LPPM dalam beberapa tahun terakhir ini telah menerjunkan sejumlah pakar. Ada yang melakukan pendampingan manajemen keuangan dan pemasaran oleh Prof Dr Hj Rahmawati MSi AkCA. Selain itu ada yang mendampingi meningkatkan inovasi ptoduk kerajinan. Dengan adanya inovasi baru produk kerajinan Sangiran mampu menembus pasar ekspor yang lebih luas hingga Eropa. (Qom)

BERITA REKOMENDASI