UNS Targetkan Tempe Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Tempe merupakan makanan fermentasi tradisional  yang sarat protein. Tempe makanan asli yang memiliki peluang besar untuk diusulkan mendapat pengakuan Unesco sebagai jenis makanan warisan budaya Indonesia.

Mulai sekarang Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo getol mengangkat tempe. "Target kami pada 2023 tempe sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia," jelas Ir Bambang Sigit Amanto MSi, kepala Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan didampingi Danar Praseptiangga, STP MSc PhD disela International Workshop on Traditional Fermented Foods 2018, Selasa (06/11).

Berbagai upaya dari workshop hingga kajian-kajian terus dilakukan. Untuk tahap awal tempe harus mendapat pengakuan regional. Berikutnya didorong mendapat pengakuan dunia sebagai jenis makanan warisan budaya Infonesia. Dari data sejarah tempe disebutkan dalam serat centhini sekitar 1864.

Prof Dr Bani Sudardi, Kepala Program Studi S3 Kajian Budaya membenarkan hal itu. Tempe merupakan makanan lokal Jawa yang ada sejak abad 19. Di mana ada orang Jawa ditemukanlah tempe. Di Jepang memang ada nato, semacam tempe. Tapi sebelum Jepang masuk Indonesia, tempe sudah ada.

Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan kini mengembangkan tempe non kedelai. Diantaranya tempe dari Kara Pedang maupun Mlanding. Karena, kata Danar, sekitar 70 persen kedelai masih impor. Jadi perlu mencari bahan lain yang tetap memiliki protein tinggi.

Workshop on Traditional Fermented Foods diikuti peserta dari Jepang, Thailand, Malaysia dan Indonesia.-(Qom)

 

BERITA REKOMENDASI