UNS Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

SOLO, KRJOGJA.com – Protokol Covid 19 secara ketat benar benar diterapkan panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Solo, Minggu (05/7). Bagi peserta dari luar eks karesidenan Surakarta yang tidak membawa surat Rapid tes tidak dipernankan mengikuti. Sementara pengantar tidak diperbolehkan masuk kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho membenarkan adanya peserta yang tidak diperkenankan masuk ruang ujian karena tidak bisa menunjukan surat keterangan hasil Rapid tes. Diantaranya ada yang berasal dari Ngawi Jawa Timur. “Ia masih bisa mengikuti UTBK pada gelombang kedua 20-29 Juli,” jelasnya, Minggu (05/7)

Pada ujian sesi perrama tercatat 142 peserta atau 22,9 persen dari luar eks Surakarta yang tak hadir. Diantara mereka diketahui karena tidak bisa menunjukan surat Rapid tes. Sementara bagi peserta dari wilayah eks Surakarta tidak perlu Rapid tes jumlahnya 478 peserta atau 77.1 persen.

Seperti di lokasi ujian lain, seluruh jaringan di Solo juga mengalami down atau mati sekitar 20 menit. Ketika server terhenti peserta sempat kagett, dan panitia langsung mencatat waktu. Setelah diketahui 20 menit, panitia memberikan tambahan waktu yang sama sebagai pengganrti.

Prof Jamal sempat menghubungi pusat IT di Unpad Bandung. Ia mendapatkan jawaban segera mengatasi dan ternyata dalam waktu cepat sudah normal kembali. Jumlah total peserta UTBK yang terdaftar di UNS 23.425 orang. Terinci dari eks Karesidenan Surakarta: 16.658 orang (71%) dan dari luar eks Karesidenan Surakarta: 6.767 (29%)

Jumlah peserta yang terdaftar pada UTBK Gelombang I (5-14 Juli 2020): 12.395 orang dan gelombang II (20-29 Juli 2020): 11.030 orang.-(Qom)

BERITA REKOMENDASI