Untuk Diperbaiki, KPU Kembalikan Berkas PDIP Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen terpaksa mengembalikan berkas pendaftaran partai politik (Parpol) peserta pemilu dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat. Pasalnya jumlah foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diserahkan DPC PDIP Sragen tidak sesuai dengan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) milik KPU.

"Sesuai dengan Peraturan KPU, berkas kita kembalikan semua. Kemudian nanti bila diperbaiki dan disampaikan kembali akan dilakukan pengecekan lagi. Parpol kami beri kesempatan hingga 16 Oktober untuk mendaftar dan melengkapi kekurangan," kata Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abbas, usai menerima pendaftaran PDIP, Minggu (15/10/2017).

Pengurus DPC PDIP datang ke KPU dipimpin ketuanya, Untung Wibowo Sukowati bersama segenap fungsionaris partai lainnya seperti Sekretaris Suparno dan Bendahara Sugiyarto untuk mendaftarakan parpol peserta pemilu. Kedatangan mereka diterima lima komisioner KPU Sragen dan petugas sekretariatan yang memeriksa berkas pendaftaran.

Menurut Ngatmin Abbas, setelah dilakukan pengecekan, jumlah dukungan berdasarkan pengumpulan KTP atau KTA yang ada di Sipol KPU sebanyak 1.458. Sementara foto copy KTP dan KTA yang dibawa DPC PDIP Sragen hanya sejumlah 1.362. "Jadi kalau dibandingkan dengan data yang ada di Sipol, masih ada selisih, maka berkas kita kembalikan semua," jelasnya.

Sementara, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sragen juga telah melakukan pendaftaran ke KPU setempat. Nasdem menargetkan bisa mengakhiri paceklik kursi dalam keikutsertaannya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Selain kesiapan kepengurusan yang sudah lengkap hingga DPC, kehadiran sejumlah calon legislatif (Caleg) andalan di tiap Dapil, diharapkan bisa memperbesar kans partai tersebut untuk meraih kursi.

Ketua DPD Nasdem Sragen, Giyanto usai menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran KPU mengatakan, untuk Pileg mendatang, pihaknya tak ingin muluk-muluk memasang target. "Sederhana saja. Dari nggak ada menjadi ada. Kalau Allah memang mempercayai untuk dapat di tiap Dapil, tentu akan lebih bagus lagi," tegasnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI