Untuk Memberantas Pinjol Ilegal, OJK Bersinergi dengan Institusi lainnya

SOLO, KRJOGJA.com – Sejumlah debitur di Soloraya yang mendapat restrukturisasi kredit dalam situasi pandemi Covid-19 dalam situasi pandemi sekarang ini tampaknya menunjukkan trend positif. Setidaknya itu terlihat dari jumlah debitur yang direstrukturisasi industri jasa keuangan (IJK)yang cenderung makin turun jumlahnya.

Kepala OJK Solo Eko Yunianto saat berlangsung kegiatan Gathering Media “Webinar Keuangan Bagi Wartawan” secara virtual yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Solo, Kamis, (26/8/2021) mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah debitur yang telah direstrukturisasi IJK sebanyak 225.142 debitur dengan outstanding kredit Rp 16,51 triliun, hingga akhir Juni tahun ini.

Rinciannya, 145.925 debitur perbankan (bank umum dan BPR/S) dengan outstanding kredit Rp 13,92 triliun dan 79.217 debitur industri keuangan non bank (perusahaan pembiayaan, Pegadaian dan PNM) dengan outstanding kredit Rp 2,59 triliun.

“Untuk kredit/pembiayaan yang disalurkan bank-bank Himbara (himpunan bank-bank negara) atau empat bank BUMN, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Jateng yang bersumber dari penempatan dana pemerintah sebanyak Rp 6,79 tiriliun kepada 167.715 debitur,” kata Eko. Sementara bertindak sebagai narasumber lainnya Maskum Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital. Sementara bertindak sebagai moderator Owi Basrowi.

OJK

BERITA REKOMENDASI