Upal Langsung Dirajang dan Sabu Dilarutkan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar memusnahkan barang bukti sejumlah kasus di halaman runah dinas Kajari, Selasa (27/8). Barang bukti itu sudah incraht atau berkekuatan hukum tetap. 
 
"Barang bukti yang ini tak boleh terlalu lama disimpan jika sudah incraht. Takutnya, ada oknum yang memanfaatkan untuk tindak kejahatan," kata Kajari Karanganyar, Suhartoyo kepada wartawan.
 
Barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari kasus periode Juli 2018 hingga Juli 2019. Dalam periode tersebut tercatat 56 perkara yang sudah divonis hakim. Barang bukti yang dimusnahkan mulai dari uang palsu, narkotika, kosmetik, handpone, dan lainnya. Dalam pemusnahan ini ada sekitar 900 lembar uang palsu rupiah maupun dolar. Uang palsu dimusnahkan dengan dimasukkan ke dalam mesin pencacah kertas. Narkotika dihancurka di mesin blender, ponsel dipalu dan kosmetik digilas.
 
Hadir di kesempatan itu, Bupati Juliyatmono, perwakilan BI Solo, saksi ahli, Dandim Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama dan pejabat Polres
Dalam pemusnahan itu, barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap didominasi narkoba.
 
“Narkoba yang paling banyak dan juga uang palsu, meski perkaranya tidak banyak tapi jumlahnya itu yang banyak,” kata Kajari.
 
Menurutnya, letak Karanganyar di wilayah strategis peredaran narkoba menyuburkan praktik kejahatan itu. Ia menyontohkan, suhu udara dingin Tawangmangu dinilai menarik minat pengonsumsi narkoba untuk menikmatinya di lokasi tersebut. Ia menyebut, tindak kejahatan peredaran kosmetik atau obat tanpa rekomendasi perlu diwaspadai. Kasus terkait itu, berawal dari laporan pasien salon yang mengalami malapraktik.
 
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, pemusnahan barang bukti ini sebagai langkah pencegahan serta memberikan informasi kepada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat bisa melakukan pencegahan secara personal.
 
"Bisa menyadarkan masyarakat supaya tidak melakukan praktek yang merugikan orang lain. Selain itu ini juga berdampak positif terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI