Usai Upacara Bendera di Puncak Lawu Pendaki Bawa Turun Sampah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Puncak pendakian dalam rangka upacara bendera 17 Agustus menjadi momentum tepat mencegah kebakaran hutan dan menjaga kebersihan jalur pendakian. Aksi pungut sampah berhadiah terbukti berhasil menstimulasi gerakan tersebut.

"Kegiatan pungut sampah berhadiah adalah upaya membersihkan Gunung Lawu. Ini untuk mengantisipasi sampah membeludak usai perayaan tujuhbelasan di puncak Lawu. Stimulan berupa hadiah, sangat mempersuasi," kata Ketua Anak Gunung Lawu (AGL), Rusdiyanto kepada wartawan, Minggu (18/8). 

Ratusan kantung plastik penampung sampah dibagikan di posko pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu kepada pendaki usai mereka regiatrasi identitas dan membayar retribusi. Kantung sampah itu bekal memungut dan bungkus bekas makanan atau plastik sisa kebutuhan. Sangat tidak dianjurkan meninggalkannya di jalur pendakian atau hutan sekitarnya. Sampah dalam kemasan kantung dibawa turun kemudian 

Sekretaris AGL Rizki menambahkan, gerakan memungut sampah berhadiah dilatarbelakangi keprihatinan terhadap minimnya kesadaran merawat lingkungan. Para pendaki dimotivasi agar merawat Lawu dengan membersihkan sampahnya. 
"Turun membawa sampahnya atau membawa sampah yang dijumpai di jalur pendakian," katanya. 

Upacara bendera 17 Agustus digelar para pendaki dan komunitas di puncak Gunung Lawu, Sabtu (17/8). Sekitar 1.000 pendaki berkumpul di area tersebut. Mereka naik dari Cemoro Kandang, Candi Cetho dan jalur lain yang masuk wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur. 

Pendaki Lawu asal Karanganyar, Agus Iswadi mengatakan gerakan pungut sampah diapresiasi. Ia mengatakan, komunitas AGL membagikan kantung sampah usai upacara dan saat naik di Cemoro Kandang. "Sangat membantu. Dibakar juga membahayakan. Lebih baik dibawa turun," katanya. 

Koordinator Pariwisata Candi Cetho, Sunardi mengatakan 800 pendaki naik ke Lawu dalam dua hari terakhir. Guna mencegah kebakaran dan menjaga hutan, ia mengingatkan supaya bijak dalam membuat api.  "Jangan membuat api kecuali darurat. Sebab ini sedang musim kemarau. Juga, bawa turun sampahnya," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI