Usut Kasus Komputer, Tim Kejari Terjun Lapangan

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen memastikan penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer program Sistem Informasi Desa (SID) Tahun 2017 di 196 desa Kabupaten Sragen terus berlanjut.

Setelah memanggil dan meminta keterangan sebanyak 12 Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Sidoharjo, tim khusus yang dibentuk Kejari mulai terjun ke lapangan guna menggali data dan keterangan.

Kajari Sragen, Muh Sumartono kepada wartawan Selasa (20/3) mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus dugaan penyimpangan komputer desa ini. 

"Kasus terus lanjut, tim terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penggalian data. Tapi teknisnya bagaimana, tidak bisa kami sampaikan karena itu berkaitan dengan strategi penyelidikan," ujarnya.

Menurut Sumartono, penggalian data ke lapangan dilakukan dalam rangka menambah data dan keterangan untuk kepentingan pengusutan kasus tersebut. Terkait status penanganan kasusnya, sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan. 

"Sejauh ini masih puldata pulbaket (pengumpulan data dan bahan keterangan). Nanti akan dilakukan pemanggilan kades lagi. Hanya jadwalnya mana saja yang akan dipanggil, tergantung tim," jelasnya.

Sumartono juga menolak memberikan kepastian kapan jadwal pemanggilan kades lagi. Hal ini dikarenakan terkait dengan teknis dan strategi penyelidikan. "Nanti pasti tahu, jangan kami sampaikan sekarang. Ini adalah strategi tim untuk mengumpulkan data," tambahnya.

Sebelumnya, tim yang dipimpin Kasi Pidana Khusus Kejari Sragen, Adi Nugraha sudah melakukan pemanggilan terhadap 12 Kades di Kecamatan Sidoharjo, pada akhir Februari silam. Pemanggilan dan pemeriksaan kades di kecamatan lain juga akan dilakukan menyusul. 

"Kades tidak perlu resah atau takut menghadapi pemanggilan atau pemeriksaan sepanjang memang merasa tidak bermasalah," tutur Adi. (Sam)

BERITA REKOMENDASI