Vaksin MR ditolak Warga, MUI Karanganyar Turun Tangan

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Penolakan pemberian vaksin measles rubella (MR) terhadap balita mulai mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meyakinkan para orangtua.

Hal itu dikemukakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada KRJOGJA.com di sela aktivitasnya, Senin (22/5/2017). Ia bahkan menyebut sebagian masyarakat di Ngargoyoso menolak vaksin itu secara terang-terangan. Penolakan itu dilatarbelakangi sikap ragu para orangtua terkait vaksin yang mengandung materi imunisasi campak (measles) dan rubella.

“Pemkab tidak akan tinggal diam melihat sikap seperti itu. Jangan sampai penolakan itu meluas. Anak-anak kita yang dipertaruhkan. Jika alasan penolakannya seperti itu (keyakinan), kita mencoba menjelaskannya dari sisi yang sama melalui MUI,” katanya.

Ulama berperan mendekati sasaran sosialisasi agar mau membuka diri. Sedangkan DKK masuk di sana untuk menjelaskan kandungan vaksin, manfaat maupun kerugiannya. Juliyatmono mengatakan pemberian vaksin MMR untuk bayi usia 1 tahun direkomendasikannya. Vaksin itu dibuat melalui penelitian dan uji coba secara ilmiah.  

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan kampanye MR dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella secara tepat akan memutuskan transmisi virus itu, menurunkan angka kesakitan penyakit campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian.

Sementara itu perwakilan MUI Karanganyar, Zuhaid mengatakan Islam mendorong umat menjaga kesehatan. Upaya preventif diperlukan seperti menerima imunisasi.

"Imunisasi pada dasarnya dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu," katanya.(R-10)

 

BERITA REKOMENDASI