Vaksinasi Lewat Mobil Vaksin, Tak Perlu Repot Daftar Link

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Guna mempercepat progres vaksinasi, mobil vaksin keliling milik Dinas Kesehatan Provinsi Jateng menyambangi sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Karanganyar mulai Rabu kemarin (3/11). Pelaksanaan vaksinasi mobile melibatkan tim dari Dinkes Jateng serta Puskesmas di wilayah setempat.

“Per mobil diampu empat nakes. Kemarin keliling di Jumantono dan Jatiyoso. Sekarang Tawangmangu dan Karangpandan. Enggak perlu daftar link. Langsung saja bawa KTP dilayani di mobile vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati, Jumat (5/11).

“Kemarin ada 1.200 sasaran baik itu dosis pertama dan kedua di Jumantono. Vaksin yang digunakan jenis sinovac,” katanya.

Di mobile vaksin, layanannya mencakup vaksinasi dosis I maupun dosis II. Petugas mengandalkan aplikasi P-Care untuk memeriksa status vaksinasi masyarakat. Data mereka akan muncul meliputi nama, alamat, NIK serta kapan dosis I diberikan atau malah belum vaksinasi sama sekali. Setelah divaksin, warga diberikan bukti berupa sertifikat vaksin.

Sementara itu progres dosis II vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karanganyar terus digenjot hingga nyaris menyamai dosis I yang mencapai 82 persen. Seluruh gerai vaksin dibuka untuk melayani pemberian dosisnya.

Purwati mengatakan progres dosis II mencapai 60 persen. Menurutnya, progresnnya menyamai dosis I tinggal menghitung hari.

“Semua gerai boleh diakses untuk melayani dosis II. Baik itu di Vaksin Centre, klinik hingga yang diinisiasi instansi, ormas dan komunitas. Silakan. Enggak dibatasi harus dosis I saja,” katanya.

Jenis vaksin pada dosis II ini harus sama dengan pemberian saat dosis I. Misalnya pada dosis I diberi Sinovac, maka dosis II tak boleh ganti AstraZeneca atau Moderna.

Mereka yang sudah divaksin dosis I diberi waktu 28 hari untuk bisa disuntik dosis II. Mengenai hal ini, gerai diminta menginformasikan ke masyarakat dan memberi kepastian ketersediaan logistik.

“Di meja pendaftaran akan didata NIK. Di situ dengan aplikasi P-Care akan ketahuan dia dimana vaksin awal, jenis apa dan dosis ke berapa. Masyarakat boleh mengikuti dosis II di gerai manapun,” katanya.

Ia menyebut saat ini stok vaksin Sinovac untuk dosis II habis. Ia mengajukan ke Pemprov Jateng sebanyak 1.000 dosis.

Sementara itu terkait pasokan vaksin, Indonesia kedatangan dua tahap sekaligus vaksin guna mendukung program vaksinasi nasional. Dalam dua hari kedatangan tahap ke-121 dan ke-122 ini, sebanyak 8 juta vaksin Sinovac dalam bentuk jadi tiba di tanah air.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, vaksin tahap ke-121 tiba pada Jumat, 12 November 2021 dalam jumlah 4 juta dosis dan tahap ke-122 dalam jumlah yang sama tiba di tanah air pada Sabtu (13/11/2021).

“Lancarnya kedatangan vaksin membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal,” ujar dr. Nadia, Sabtu (13/11/2021).

Dia mengatakan, dengan kedatangan 8 juta vaksin ini ketersediaan vaksin aman. Menurutnya, hal ini sudah menjadi komitmen pemerintah untuk terus mendatangkan vaksin dalam rangka mengamankan ketersediaan vaksin di Indonesia untuk melindungi rakyatnya. (Git/Lim)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI