Vaksinasi Penderita Gangguan Jiwa Sepi Peminat

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Karanganyar sepi peminat. Penyebabnya, pihak keluarga kurang mendukung program pemerintah itu.

Kabid Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Karanganyar, Sulistyawati mengatakan vaksinasi bagi penyandang disabilitas dan ODGJ dijatah 500 dosis. Pelaksanaannya di 20 puskesmas dan satu kantor desa pada Selasa (10/08/2021) kemarin kurang sukses.

“Kemarin keliling di Colomadu dan beberapa kecamatan lain. Rekapannya baru masuk 14 titik. Belum semuanya. Meski begitu, terlihat ada yang sangat minim tingkat kehadirannya,” katanya, Rabu (11/08/2021).

Ia menyebut tiga lokasi vaksinasi paling rendah tingkat kehadirannya. Yakni Puskesmas Jumantono, Jatipuro dan aula kantor Desa Pandeyan Tasikmadu. Dari daftar undangan, hanya dihadiri 25 persen-30 persen saja.

Berbagai alasan ketidakhadiran seperti keluarga khawatir ODGJ bakal sakit atau bahkan mati setelah disuntik. Selain itu, sebagian ternyata sedang dalam perawatan di RSJ dan telah mendapatkan vaksinasi di sana. Secara umum, jumlah ODGJ dan disabilitas di Karanganyar sebanyak 4.937 jiwa.

“Vaksin dan tenaga siap di lokasi. Kami juga minta satgas di desa agar mendorong keluarga mengantarkan difabel dan ODGJ ke tempat vaksinasi. Terkadang ada rasa khawatir bakal sakit setelah disuntik vaksin, lalu memutuskan tidak memenuhi undangan,” katanya.

Sulistyawati berencana mengundang forkopimcam dari lokasi vaksinasi sepi peminat itu, dalam rangka merancang strategi. Mereka diminta mengawal ODGJ sampai mau divaksin dan kembali ke rumah dalam kondisi sehat.

“Kami pun sebenarnya khawatir jika tanpa ada backup dari TNI, Polri maupun perangkat desa. Kalau nanti berontak, siapa yang megangin?” katanya.

Mereka yang mangkir dari undangan vaksinasi akan didatangi petugas untuk diantar ke lokasi penyuntikan. “Itu vaksin multidosis. Sehingya kalau satu vial dibuka harus habis. Kalau tersisa percuma. Jadi, pekan ini diagenda lagi pemanggilannya,” katanya.

Fasilitator Pusat Pengembangan dan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM) Solo, Istini Anggoro mengatakan, hanya 14 orang saja yang menghadiri vaksinasi di balai desa Pandeyan Tasikmadu, dari 51 orang yang diundang.

“Datanya itu 45 ODGJ dan enam penyandang tuna rungu/wicara. Tapi yang datang hanya 15 saja. Satu diantaranya tuna rungu wicara. Mayoritas enggak datang. Makanya kami sangat berharap keluarga mereka mau memahami urgensi vaksinasi,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI