Video Taufiq Beredar, NU Solo Berupaya Meredam

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Menyusul beredarnya video orasi pengacara asal Solo Dr M Taufik SH yang diduga mencemooh sebuah organisasi massa (ormas) tertentu, pihak Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo menuntut agar Taufik minta maaf dan mencabut pernyataannya.

"Kalau dia (Taufiq) tidak bersedia minta maaf, terpaksa kami bawa ke ranah hukum," ujar Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo Arif Jihan, Senin (02/09/2019).

Baca juga :

109 Peserta Ikut Ujian Profesi Advocat di Solo
SMPN 1 Solo Kembali Rebut Juara Nasional Liga Sepakbola Piala Menpora U-14

Keterangan yang dihimpun KRJOGJA.com dari berbagai grup whatshap beredar video orasi Koordinator Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo Raya, Muhammad Taufiq saat acara Parade Ukhuwah peringati 1 Muharram 1441 H di Ngarsopuro Solo, Minggu (01/09/2019). Dalam video itu Taufiq mengatakan sebuah organisasi massa dikatakan banci, pas ada Papua lari nyari nasi bungkus.

Secara terpisah Ketua PC NU Solo KH Mashuri mengakui warga Nahdliyin Solo Raya khususnya sempat tersulut dan marah menyusul beredarnya video itu. "Saya berupaya meredam agar warga Nahdliyin tidak emosi. Saya juga protes keras ke Forum Ukhuwah, kalau saudara Taufiq yang memiliki karakter sering membuat kegaduhan tetap diberi panggung. Kami Nahdatul Ulama (NU) Solo Raya akan menarik diri dari organisasi Forum Ukhuwah," katanya.

Sementara itu Taufiq berkali-kali dihubungi menggunakan telepon seluler tidak diangkat. Namun saat KRJOGJA.com menulis melalui WhatsApp tentang GP Ansor menuntut permintaan maaf, Taufik hanya secara singkat. "Saya nggak mau menjawab panjang, karena saya ahli hukum," tulis Taufiq di WhatsApp. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI