Virus Corona Tersebar, Ratusan TKI Karanganyar Tak Terpantau

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemkab Karanganyar tak mampu memantau kondisi kesehatan ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipekerjakan secara resmi maupun tidak resmi di luar negeri. Para pekerja migran tersebut diusulkan menjalani pemeriksaan kesehatan saat pulang kampung.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM, Sri Suryatin mengatakan Pemkab Karanganyar memiliki daftar TKI yang dipekerjakan secara resmi oleh penyalurnya ke sejumlah negara yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) virus Corona. Yakni 101 orang di Taiwan, 53 orang di Singapura, 157 orang di Hongkong dan dua orang di Brunei Darussalam.

“Data yang tersaji mulai 2019 sampai sekarang seperti itu. Sedangkan jumlah TKI yang berangkat secara ilegal atau tanpa setahu instansi pemerintah, kami tidak memiliki datanya. Pernah ada satu kasus pemulangan TKI karena tidak sehat secara kejiwaan. Sedangkan laporan terkait penyebaran Corona bagi pekerja migran asal Karanganyar belum ada,” katanya kepada wartawan di kantornya, Senin (27/1).

Setahu dirinya, dilakukan prosedur pemberangkatan TKI resmi meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin. Kepulangan TKI itu juga terdeteksi oleh pemerintah. Seharusnya, pemberian vaksin juga dilakukan. Ia akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk memantau lebih intens mobilitas dan kondisi pekerja migran.

“Perlunya duduk satu meja dengan DKK agar bisa memantau. Selama ini, kita hanya bisa memantau saat pekerja migran bersedia melapor saat pulang dengan menunjukkan foto kopi paspornya. Selain itu tidak,” katanya.

Selain memiliki data TKI, pihaknya juga mendata pekerja asing yang berpenceharian di Karanganyar. Sebanyak 12 warga asing menetap di Karanganyar sedangkan 697 lainnya nomaden. Dari 12 yang menetap, lima asal Taiwan, dua RRC, satu dari Amerika Serikat, 1 China, 1 India, 1 Filipina dan 1 Jepang. Sedangkan 697 lainnya tidak terdaftar di Karanganyar.

“12 warga asing yang menetap di Karanganyar itu memperbarui izin tinggalnya tiap tahun. Sedangkan 697 warga asing, dari kategori tidak hanya berada di Karanganyar namun juga kabupaten atau kota lain. Mereka biasanya marketing perusahaan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo siap berkoordinasi ke instansi lain dalam rangka pencegahan penyakit menular maupun tidak menular. Ia mengandalkan peran kader kesehatan di desa.

“Jika ada anggota keluarganya pulang dari merantau, khususnya luar negeri, disarankan kunjungi puskesmas terdekat. Periksakan diri. Kader di desa harus peka mengajak mereka,” katanya.

Sejauh ini belum dilaporkan virus Corona menjangkit warga Karanganyar. Ia teerus memperbarui informasi dari Kementrian Kesehatan terkait antisipasi penyakit tersebut. (Lim)

BERITA REKOMENDASI