Walikota Ancam Pecat Pelaku Pungli

SOLO, KRJOGJA.com – Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengancam langsung memecat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diketahui melakukan pungutan liar (pungli), selain pula proses hukum tetap berlanjut. Tidak ada alasan apapun bagi ASN melakukan pungli, sebab kesejahteraan mereka sudah ditingkatkan, selain pula tak ada pungutan sepeserpun dalam proses kenaikan pangkat dan jabatan.

Menjawab wartawan, usai apel bersama membangun komitmen Solo anti pungli, di halaman Beteng Vasternburg, Rabu (4/10/2017), Walikota FX Hadi Rudyatmo menandaskan, selain ancaman sanksi, upaya pencegahan kemungkinan pungli juga dilakukan, diantaranya penerapan sistem elektronik, seperti e-retribusi, e-pajak, e-parkir, dan sebagainya. "Jika lewat pembayaran non tunai ini, masih pula terjadi pungli, sungguh keterlaluan," tegas pria yang akrab disapa Rudy.

Jika masyarakat merasa tidak mampu membayar pajak, misalnya, tidak perlu mencari jalan pintas dengan menyogok petugas pemungut agar diberikan keringanan. Dalam hal seperti itu, wajiba pajak dapat mengajukan keberatan kepada Walikota, dan dipastikan akan diproses serta diberikan keringanan dengan prosentase tertentu, sebab aturan main memang memungkinkan hal seperti itu.

Spirit mengedepankan pelayanan kepada masyarakat tanpa korupsi, menurutnya, sudah dicanangkan sejak 12 tahun lalu, ketika dia masih menjadi wakil walikota mendampingi Walikota Joko Widodo (Jokowi). Komitmen tersebut tak akan pernah bergeser, sebab sekali terjerat kasus korupsi, rasa sakit dan malu tak akan pernah sembuh hingga ke anak cucu. Karenanya, dia mewanti-wanti para ASN tidak sekali-kali mencoba melakukan pungli, sekecil apapun, serta meminta masyarakat melaporkan setiap kali mengetahui tindak pidana tersebut.

Di sisi lain, dia juga meminta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang telah dibentuk tahun lalu, bekerja intens menyasar ke seluruh lini pelayanan yang rawan terjadi pungli. Kalaupun kali ini digelar apel bersama membangun komitmen Solo anti pungli, lebih sebagai penguatan kembali semangat memerangi korupsi. Dia tak ingin Tim Saber Pungli hanya terhenti pada pembentukan kelembagaan, hingga mengakibatkan pandangan negatif.

Terlebih kinerja Tim Saber Pungli dikait-kaitkan dengan keberadaan Presiden Jokowi yang berasal dari Solo. Bisa saja masyarakat beranggapan, Tim Saber Pungli tak bakal berani bergerak menangkap pelaku pungli di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, karena walikota merupakan teman dekat presiden. "Tidak ada kaitan seperti itu, siapapun yang diketahui melakukan pungli, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku," tegasnya sembari menyebut, bahkan jika pelaku berstatus ASN di lingkungan Pemkot Solo langsung dikenakan sanksi pemecatan. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI