Walikota Bakal Tutup ‘Bank Plecit’

SOLO (KRjogja.com) –  Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo ancang-ancang menutup koperasi simpan pinjam yang menjalankan praktik renten atau lebih dikenal sebagai bank plecit. Koperasi yang diidealkan sebagai saka guru ekonomi rakyat, tetapi bank plecit yang berkedok koperasi, justru membebani rakyat dengan bunga tinggi.

Karena itu, kata Walikoa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo saat ini tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menanggulangi bank plecit. Dari sisi legal formal bank plecit memang sah, karena mengantongi izin sebagai koperasi simpan pinjam. Persoalannnya, dalam operasional, mereka menjalankan praktik sebagaimana lembaga keuangan dengan mengenakan bunga yang acapkali mencekik leher.

"Guna menanggulangi bank plecit, akan lebih baik jika dibarengi dengan pelibatan koperasi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hanya saja, koperasi yang diberi kepercayaan menyalurkan KUR, mesti diseleksi secara ketat, baik dari sisi menajamen maupun kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk mematikan mereka benar-benar mampu sebagai lembaga penyalur KUR," katanya.

Menjawab pertanyaan penetapan suku bunga pinjaman koperasi yang pada umumnya lumayan tinggi dibanding perbankan, Rudy yang akhir pekan lalu menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang koperasi menyebutkan, sebenarnya tak terlalu merisaukan. Pasalnya, perolehan bunga tersebut, akhirnya dikembalikan lagi kepada anggota saat Rapat Anggota Tahunan (RAT).  (Hut)

BERITA REKOMENDASI