Walikota dan Polisi Sidak Apotek

SOLO, KRJOGJA.com – Menyusul penggerebekan pabrik pil PCC (Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol) di Solo serta beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng), Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo bersama Kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah apotek, toko obat, serta toko bahan kimia. Langkah itu diambil sebagai antisipasi sekaligus memastikan obat berbahaya tersebut tak beredar di pasaran umum.

Menjawab wartawan di sela sidak, Walikota FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, temuan pabrik pil PCC di Solo dengan produksi mencapai jutaan butir, cukup mengejutkan, sehingga perlu tindak lanjut secara intens. Pengawasan peredaran obat terlarang, diantaranya melalui sidak, mesti dilakukan secara terus menerus, untuk menutup ruang gerak pengedar pil PCC. Berbagai lembaga terkait mesti dilibatkan dalam pengawasan, termasuk Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Orang nomor satu di Solo ini, tak ingin pengawasan dan sidak dilakukan hanya bersifat reaksional ketika terjadi sebuah kasus, seperti halnya penggerebekan pabrik pil PCC di Solo yang disebut-sebut mampu memproduksi hingga 50 juta butir. Bertumpu pada temuan kapasitas produksi pil PCC yang sangat besar, selain pula peredaran narkoba yang kian meluas, dia juga mengajak masyarakat berperan serta, minimal mewaspadai lingkungan keluarga masing-masing.

Sebaliknya, kepada pengelola apotek, toko obat, serta toko bahan kimia, agar tidak mencoba-coba ikut mengedarkan obat-obatan terlarang secara ilegal. Selain itu, dia juga meminta pengelola apotek, toko obat, dan toko bahan kimia, tidak serta merta melayani ketika didatangi pihak-pihak tertentu yang menanyakan sekitar pil PCC serta obat terlarang lainnya. Kewaspadaan tersebut untuk mengantisipasi oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi bagi kepentingan pribadi.

Petugas yang diterjunkan melakukan sidak, tegasnya, selalu dilengkapi dengan surat tugas, dan dilakukan bersama tim dengan melibatkan berbagai lembaga, seperti Kepolisian, Dinas Kesehatan Kota (DKK), BPOM, dan sebagainya. Bahkan pria yang akrab disapa Rudy, menjanjikan akan ikut terjun langsung melakukan sidak, jika kebetulan tidak memiliki acara lain yang memang tak bisa ditinggalkan.

Sementara, Kepala satuan Narkoba (Kasatnarkoba) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Solo, Kompol Edy Sulistyanto, mengungkapkan, selama melakukan sidak ke sejumlah apotek, toko obat, belum menemukan peredaran pil PCC. Demikian halnya saat melakukan sidak ke toko bahan kimia, juga tidak menemukan penjualan zat kimia yang dijadikan bahan baku pembuatan pil PCC.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI