Walikota Solo Tolak Dicalonkan Dalam Pilgub Jateng

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Solo, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan tidak akan mencalonkan diri ataupun dicalonkan dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng). Penegasan itu disampaikan, terkait dukungan berbagai kalangan, selain pula hasil survei dari Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang menyebutkan Walikota Solo ini masuk dalam daftar tokoh yang dinilai berpotensi memimpin Provinsi Jateng.

Menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (25/7) pria yang akrab disapa Rudy ini mengaku telah menyampaikan komitmen untuk tidak mencalonkan diri ataupun dicalonkan dalam bursa Pilgub Jateng, kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P beberapa waktu lalu. "Saya ingin tetap mengemban tanggung jawab sebagai Walikota Solo hingga masa akhir jabatan, sebagaimana diamanatkan warga kota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhir 2015 lalu," ujarnya. 

Masih banyak kader yang lebih mumpuni

untuk memimpin Provinsi Jateng, ujarnya, dan dia bersiap mendukung sepenuhnya pasangan bakal calon Gubernur dan Wagub Jateng yang bakal direkomendasikan DPP PDI-P. Sebagai kader partai, tegasnya, wajib mengamankan seluruh kebijakan DPP PDI-P dengan mengerahkan segala kemampuan.

Terkait dengan hal itu, Rudy mengisyaratkan, agar kalangan kader partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran, saling menahan diri dalam pencalonan Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Kendati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jateng telah membuka pendaftaran bakal calon (balon) Gubernur Jateng secara terbuka, namun dalam lingkup internal partai, ada mekanisme dan tahapan yang harus dilalui dalam proses pencalonan.

Mekanisme penjaringan pasangan balon Gubernur dan Wagub, jelasnya secara internal dilakukan melalui struktur partai mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setiap DPC PDI-P, memang berhak mengajukan bakal calon yang bakal diusung, namun semua harus dilakukan melalui mekanisme Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang pada saatnya nanti digodog lagi dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda), sebelum akhirnya diusulkan ke DPP DPI-P sebagai penentu akhir pasangan balon yang bakal diusung.

Di antara tahapan-tahapan itupun, menurutnya, terdapat beberapa mekanisme yang harus dilalui, diantaranya verifikasi data, fit and proper test

, serta rekomendasi DPP PDI-P. "Mekanisme seperti itu tidak dapat ditawar-tawar," tegasnya sembari meminta kalangan kader PDI-P tidak nggege mangsa

dengan serta merta mendeklarasikan diri sebagai balon Gubernur dan Wagub Jateng, sebab nantinya dapat berdampak menjadi bola liar. (Hut)

BERITA REKOMENDASI