Walubi Karanganyar Kecam Tragedi Kemanusiaan di Myanmar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar disesalkan berbagai pihak, termasuk perwakilan umat Buddha Indonesia (Walubi) Karanganyar. Bersama elemen masyarakat, mereka menyatakan sikap menolak segala bentuk provokasi berkaitan konfik agama.

"Kita mengecam tragedi di Myanmar. Semoga kejadian itu semoga tidak mencoreng nama baik umat Buddha di Karanganyar. Jangan sampai krisis di Rakhine berkembang sampai ke Indonesia, khususnya Karanganyar. Selama ini kita hidup bertoleransi, ayem tentrem. Persatuan itulah yang kita pertahankan," kata Wakil Ketua Walubi Karanganyar, Suparman di hadapan peserta aksi pernyataan sikap di Mapolres, Selasa (05/09).

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak melarang aksi unjuk rasa di Candi Borobudur, Magelang. Sesuai UU No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dilarang berunjuk rasa di tempat ibadah dan obyek wisata nasional.

“Unjuk rasa di Candi Borobudur melanggar pasal 19 ayat 2 UU No 9 tahun 1998. Maka kita mendorong pengunjuk rasa untuk mengalihkan aktivitasnya lewat doa bersama dan memberikan bantuan di daerah konflik,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI