Warga Ancam Tutup Paksa Tambang Galian C

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Warga Dukuh Ngampo, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, memprotes aktivitas penambangan tanah uruk atau galian c di desa setempat, Senin (29/08/20 16). Hilir mudik puluhan truk pengangkut tanah uruk membuat polusi udara dan membuat jalan menjadi rusak.

Saking geramnya, warga mengancam akan menutup sendiri aktivitas penambangan jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. Warga kesal karena debu yang ditimbulkan dari truk pengangkut tanah uruk mengakibatkan sesak nafas.

Salah satu warga setempat, Joko Susilo mengatakan, aktivitas penambangan di desanya sudah beroperasi sejak beberapa pekan terakhir. Penambangan tanah uruk itu dipakai untuk keperluan proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) yang melintas di Sragen.

Menurut Joko, setelah ada penambangan di desanya, beberapa warga mengeluhkan debu yang ditimbulkan dari truk. Bahkan banyak rumah warga yang kotor akibat debu tebal yang menempel. "Sudah banyak warga yang sakit sesak nafas karena terkena debu. Kami minta pemerintah segera memberi sanksi tegas, kalau perlu ditutup," ujarnya.

Kendati warga yang harus menanggung dampak buruk dari aktivitas penambangan, Joko mengaku selama ini tidak ada kompensasi bagi warga. Tidak ada uang sepeserpun yang diterima warga dari pengusaha penambangan.

Senada dikatakan warga lain Pariyo yang menuntut perangkat desa setempat harus bertanggungjawab atas kerusakan jalan akibat aktivitas penambangan. "Selama ini pengusaha tambang terkesan tidak menghargai warga. Mestinya dilakukan penyiraman air di sepanjang jalan yang dilewati truk," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI