Warga Ditolak Masuk Sekolah, Kades Ancam SMAN Colomadu

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Lantaran tak kunjung memasukkan lima warganya bersekolah ke SMAN Colomadu, pihak sekolah diancam putus kontrak sewa lahan milik kas Pemerintah Desa Baturan. Pihak desa memaksa pengelola sekolah menuruti keinginannya meski lima calon siswa tersebut tidak memenuhi aturan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ancaman tersebut berulangkali disampaikan Kepala Desa Baturan, Suseno kepada SMAN Colomadu. Beredar kabar, kades menegaskan ancamannya dengan mengirim surat ancaman itu ke SMAN Colomadu. Lima warga yang dipaksakan bersekolah ke SMA negeri favorit tersebut tiga orang dari Desa Baturan, seorang dari Malangjiwan dan seorang lagi dari Gajahan.

Dikonfirmasi perihal itu, Kepala SMAN Colomadu Bambang Maladi mengaku dirinya serba salah. Di satu sisi, lima pelajar itu ditolaknya bersekolah karena nilai ujian tak memenuhi standar. Selain itu, dirinya bakal terkena masalah besar jika memenuhi permintaan sang kades, apalagi tahun ajaran baru telah lama lewat. Sehingga ia memutuskan tak menanggapi ancaman itu sambil meminta petunjuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tingkat kabupaten.

“Saya jadi serba salah. Anak-anak itu tidak lolos PPDB di SMAN Colomadu karena nilainya kurang. Sedangkan pihak desa mengancam tidak akan memperpanjang sewa lahan gedung sekolah,” katanya kepada wartawan, Senin (29/8).

Berdasarkan saran dari Disdikpora, kelimanya boleh bersekolah di SMAN Colomadu dan ikut rombongan belajar tahun ajaran 2016/2017 asalkan di mulai semester kedua. Sedangkan di semester pertama, kelimanya dipersilakan bersekolah di tempat lain dulu.

“Sekolah negeri sudah menutup PPDB. Kemungkinannya hanya di sekolah swasta. Satu semester dulu di Solo, baru kemudian semester berikutnya masuk ke SMAN Colomadu,” katanya.

Pada awalnya opsi penyelesaian masalah itu ditolak kades. Hadirnya pimpinan Muspida seperti Camat Yophie Eko Jatiwibowo serta Kapolsek AKP Joko Waluyono akhirnya mampu melunakkan sikapnya.

“Pegangan saya itu ucapan pak bupati, bahwasanya lima anak itu agar dimasukkan ke SMAN Colomadu. Bahkan pak bupati memberikan disposisi agar difasilitasi. Masalahnya, para orangtua menagihnya ke saya,” Kata Kepala Desa Baturan, Suseno.  

Ia pun akhirnya menyetujui saran menyekolahkan sementara lima warganya itu selama satu semester di luar SMAN Colomadu dengan syarat seluruh ongkos bersekolah ditanggung Pemkab Karanganyar. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI