Warga Harus Memutar 15 Kilometer

SOLO, KRJOGJA.com – Jembatan Mojo yang menghubungkan Bekonang, Kabupaten Sukoharjo dengan Kota Solo, ditutup total, menyusul rencana perbaikan yang dijadwalkan mulai Jumat (27/10/2017) ini. Terkait dengan penutupan jembatan, warga Bekonang yang hendak menuju Solo, atau sebaliknya, harus memutar melalui jembatan Jurug sejauh 15 kilometer, atau jembatan Bacem dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Nur Basuki, menjawab wartawan, di kantornya, Kamis (26/10/2017) mengungkapkan, penutupan jembatan Mojo secara total, dijadwalkan selama hampir dua pekan mulai Jumat (27/10/2017), hingga Minggu (5/11/2017) mendatang. Jembatan Mojo yang dibangun tahun 1985, sebenarnya masih dalam kondisi layak, hanya saja memang perlu pemeliharaan, sebab sejak dibangun hingga saat ini belum pernah tersebut perbaikan.

Proses perbaikan jembatan sepanjang 226 meter dengan lebar 10 meter ini, jelas Basuki, sebenarnya bisa dilakukan per bagian, sehingga kendaraan masih bisa melintas dengan kecepatan rendah. Hanya saja, dengan mempertimbangkan aspek teknis, selama proses perbaikan, badan jembatan tidak diperbolehkan menerima beban, sehingga diputuskan penutupan total. "Sudah dikoordinasikan dengan daerah-daerah sekitar Solo, sebab jembatan ini menghubungkan tiga wilayah, masing-masing Solo, Sukoharjo dan Karanganyar," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sri Baskoro, dihubungi terpisah mengungkapkan, penutupan total jembatan Mojo, berdampak pengalihan arus lalu lintas, hingga dipastikan terjadi penambahan beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Tingkat kepadatan arus lalu lintas di sekitar Jalan Kapten Mulyadi yang selama ini cukup tinggi, dipastikan kian meningkat. Warga Solo yang hendak menuju Bekonang, yang biasanya melalui jembatan Mojo, harus memutar melalui Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Juanda, dan berlanjut memasuki jembatan Jurug, demikian pula sebaliknya.

Sejumlah rambu lalu lintas penunjuk arah portable, jelas Baskoro, saat ini telah dipasang di sejumlah persimpangan jalan. Demikian pula saat pengalihan arus lalu lintas berlangsung, pihaknya akan menerjunkan personal pada titik-titik tertentu, untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan lalu lintas. Saat-saat masyarakat berangkat kerja pada pagi hari ataupun pulang kerja pada sore hari, dipastikan Jalan Kapten Mulyadi mengalami peningkatan kepadatan cukup tinggi.

Karenanya, dia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan dua jalur alternatif, masing-masing melalui jembatan Jurug dan Bacem, sehingga terjadi pemecahan konsentrasi kepadatan lalu lintas. Bisa juga masyarakat yang mengendarai sepeda motor, memanfaatkan perahu penyeberangan di sekitar jembatan Mojo yang hingga kini masih beroperasi. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI