Warga Karanganyar Positif Difteri

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pasien ruang isolasi RSUD Karanganyar, RAP (8) positif menderita difteri. Sedangkan suspect lainnya DW (26) dinyatakan negatif. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Medis dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan kepada KRJOGJA.com, Kamis (29/12/2017).

Difteri yang diderita RAP terbukti dari hasil laboratorium selama 10 hari observasi terhadap bocah asal Gayamdompo, Karanganyar Kota itu.“RAP masih berada di ruang isolasi bangsal anak di gedung baru RSUD. Sebelumnya masih suspect, ternyata memang positif. Kami lakukan kultur kedua mulai Kamis kemarin. Hasil akan keluar empat hari ke depan. Kondisi saat ini stabil sehingga infus dilepas, tapi belum boleh pulang,” katanya.

Sedangkan pasien asal karangpandan, DW (26) dinyatakan bebas difteri. Ia memang mengalami gejala mirip penyakit menular itu seperti nyeri telan, bullneck positif dan badan panas. Namun pseudomembrannya mengarah bukan akibat bakteri difteri. “Itu penyakit lain,” katanya.

Kristanto menjelaskan DW tetap mendapatkan pengobatan dan observasi sampai benar-benar diperbolehkan rawat jalan. Terkait kemungkinan masih adanya pasien suspect difteri, RSUD menyiapkan ruang isolasi dengan tenaga medis yang telah diberi imunisasi booster. Sebelumnya, sebanyak 90 tenaga kesehatan RSUD meliputi perawat, dokter dan petugas yang menangani suspect difteri RAP dan DW mendapatkan serum anti tetanus-difteri (TD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menjelaskan penelitian epidemologi berlaku bagi orang-orang yang pernah kontak langsung dengan RAP. Mereka adalah teman sekelas bocah itu dan anggota keluarganya. Sejauh ini belum muncul gejala penyakit itu pada mereka.

Ia menyampaikan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak, untuk memberi kekebalan berbagai penyakit menular. Penting diketahui, ini merupakan kasus kedua penanganan pasien difteri di RSUD Karanganyar setelah Juni lalu. (Lim)

BERITA REKOMENDASI