Warga Keberatan Bupati Tarik Carik

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kebijakan Pemkab Sragen menarik seluruh sekretaris desa (Carik) yang berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) mendapat perlawanan dari warga. Segenap elemen warga Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, mendesak Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengembalikan lagi Carik setempat, Agus Sufianto yang telah ditempatkan di kantor Kecamatan Masaran.

Warga kompak ‘gondeli’ carik setempat dengan pertimbangan kepribadian dan kinerja bersangkutan yang dinilai cukup baik. Protes penarikan carik itu diwujudkan dengan pemasangan baliho dukungan yang dipasang tepat di gapura masuk balai desa Masaran.

Tidak hanya itu, warga mulai dari kepala desa (kades), Badan Perwakilan Desa (BPD) dan paguyuban pengurus Rukun Tetangga (RT) kompak mengirimkan surat permohonan resmi ke bupati untuk mengembalikan carik. Anggota BPD Masaran, Agus Suprianto mengatakan permohonan kepada bupati untuk tidak menarik carik sebenarnya sudah dikirimkan beberapa waktu lalu, namun hingga kini surat permohonan tersebut belum mendapat respon.

"Sebelum resmi ditarik (carik), kami sebenarnya sudah kirim surat ke bupati. Intinya warga memohon agar carik tidak dipindah," ujarnya.

Menurut Agus surat permohonan itu ditandatangani hampir seluruh elemen warga Masaran, mulai dari kades, BPD, hingga paguyuban Ketua RT. Bahkan dukungan tersebut juga diwujudkan dengan pembuatan spanduk menolak pemindahan carik.

"Dulu sebelum carik ditarik, bupati menjanjikan jika warga keberatan bisa mengirimkan surat permohonan. Tapi surat yang sudah kami kirimkan itu ternyata tidak ada respon sampai carik benar-benar ditarik," jelasnya.

Anggota BPD Masaran yang lain, Suparno menambahkan, keberatan warga Desa Masaran dengan penarikan carik ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan benar-benar dicintai warga. Selama ini kinerja carik yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun tersebut telah terbukti baik. Tidak hanya mengayomi tapi juga bisa membantu kinerja kades dan perangkat desa lain.

Suparno berharap permintaan warga ini bisa dikabulkan bupati, mengingat di beberapa daerah lain, carik yang statusnya ASN juga bisa dikembalikan lagi posisinya seperti semula. "Setahu saya di beberapa kabupaten lain, asal ada permintaan warga agar carik dikembalikan lagi bisa dipenuhi oleh bupati," tambahnya.

Terpisah, Kabag Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Sragen, Suharyanto mengaku akan klarifikasi lebih dulu terkait tuntutan warga Desa Masaran tersebut. Apakah benar warga menuntut hal seperti itu atau tidak.

"Kami belum bisa memastikan bagaimana solusinya. Tapi yang jelas penarikan carik ASN itu merupakan amanat UU yang harus dilakukan," tuturnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI