Warga Masih Bingung Gunakan Kartu Tani

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pendistribusian kartu tani dari pemerintah menuai berbagai respons. Sebagian petani mengaku kurang paham memakainya serta tak menjawab kebutuhan pupuk.

"Sejak kartu tani dibagikan pekan lalu, belum saya pakai. Soalnya tidak tahu memakainya seperti apa. Sosialisasi dari pemerintah sudah ada, tapi tidak menyontohkan pakai kartu ini," kata Larsito,” seorang anggota kelompok tani di Karanganyar Kota, Rabu (28/03/2018).

Kebingungan memakai kartu tani bukan hanya dirinya saja. Kebanyakan petani dari kelompoknya mengaku sama. Sulastri, anggota poktan lainnya masih membeli pupuk subsidi tanpa kartu tani di koperasi desa.

"Sekarung pupuk urea saja habis untuk tanam saja. Ada juga kebutuhan petani berapa, tetapi yang disubsidi berapa. Oleh karena itu, petani membeli pupuk tanpa kartu," ujar dia.

Kepala Dinas Pertanian, Supramnaryo menegaskan program kartu tani adalah upaya pemerintah menyempurnakan distribusi pupuk subsidi. Program itu dimulai di Jawa Tengah pada 2015.

Di Karanganyar terdapat 1.167 kelompok tani dengan total petani 62 ribu orang. Pembagian kartu bagi mereka berlangsung bertahap, diyakininya masih terdapat petani berada di luar pendataan itu.

"Silakan mendaftar ke kelompok tani bagi yang belum. Supaya bisa merasakan manfaat kartu tani," katanya kepada KRJOGJA.com.

Seiring pembagian 62 ribu kartu tani, pemerintah bekerjasama dengan perbankan membangun sistem transaksi penjualan pupuk subsidi. Sejauh ini terdapat 183 pengecer yang dijatah mesin electonic data capture (EDC) dari mutra perbankan.

Adapun alokasi pupuknya untuk urea 20.000 ton, SP36 5.285 ton, ZA 7.700 ton, NPK 17.500 ton, dan petroganik 8.500 ton. Supramnaryo mengklaim penyaluran sekarang hampir 30 persen. Dia mengklaim sebanyak 183 pengecer di Karanganyar sudah mendapatkan mesin EDC dari BRI.

"Harapan kami penyerapan lebih cepat. Awal musim tanam bisa tersalurkan semua supaya bisa meningkatkan produksi pertanian," jelas dia.

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo meminta dinas terkait memasang pengumuman tentang cara mengambil pupuk, transaksi dan lainnya. Harapannya, pengumuman itu memudahkan petani. (Lim)

BERITA REKOMENDASI