Warga Pojok Kreatif Menghiasi Jalan Desa

SOLO, KRJOGJA.com – Warga Desa Pojok Tawangsari, Sukoharjo memang tidak memiliki sumber daya alam yang mendukung sebagai destinasi wisata. Realita ini justru menjadi pendorong lahirnya kreativitas warga untuk menghasilkan suatu produk yang menjanjikan. Salah satunya Sarung Goyor khas Desa Pojok yang mampu menembus pasar di luar negeri.

Produk kerajinan di atas sudah menjadi aset berharga yang tidak tergantikan. Pasca pelaksanaan skim kompetisi Program Kemitraan Masyarakat Ristek Dikti yang dilaksanakan ,Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, sepertinya  menjadikan Desa Pojok semakin menunjukan pesona kreatif dan inovatif.

Gambaran perkembangan ini dapat ditelusuri sejak kali pertama ingin  menjadi desa rintisan wisata pada pertengahan 2017. Sejumlah langkah dirintis, diantaranya pembibitan tanaman dan inisiasi bank sampah. Perkembangannya Desa Pojok menjadi kampung warna-warni yang mempunyai banyak spot foto, kafe, wahana permainan anak, rumah kaca hidroponik, hingga vertical garden.

Paguyuban Selo Beraksi menjadi motor penggerak muda-mudi dan seluruh warga. Bank sampah yang dikelolanya, mampu menghasilkan banyak pernak-pernik kerajinan hasil daur ulang yang bernilai estetis. Ibu-ibu semakin terampill. "Mereka tidak saja membuat produk kerajinan tas, tapi juga aneka makanan olahan," jelas Rysca Indreswari, ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Selasa (27/8).

Di bidang budaya warga juga tergerak untuk nguri-uri dan mengembangkan wayang orang. Potensi kreatif dan inovasi Desa Pojok masih bisa tampil optimal dengan diintegrasikan ke dalam sebuah konsep pariwisata kreatif yang berkearifan lokal.yaitu pasar digital bertajuk “Pasar Wisata Selo Sedjiwo”. 

Menurut Rysca, format pasar digital merupakan bentuk nyata untuk pemberdayaan masyarakat berbasis industri kreatif yang dikemas secara menarik. "Ini akan menjadi magnet bagi tumbuhnya destinasi wisata." (Qom)

BERITA REKOMENDASI