Warung Makan ‘Esek-esek’ Dirobohkan Warga

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Jengah dengan aktivitas prostitusi terselubung di sebuah warung di Jatimulyo Rt 01/Rw XVIII Desa Kedungjeruk, Mojogedang, warga setempat sepakat merobohkannya, Jumat (7/7). Warga juga mengancam akan merobohkan rumah mucikarinya apabila nekat membuka usaha tak terpuji itu.

“Tadi pagi perwakilan warga dan karang taruna membongkar paksa warung dan kamar emplek-emplek

. Itu karena warga sudah muak,” kata Sekretaris Dinas Satpol PP, Kurniadi Maulato kepada KR

.

Perusakan tersebut dilakukan 300 pemuda dari karang taruna desa setempat. Hal itu disaksikan pula oleh para tokoh masyarakat. Pawiro Sukarno alias Hirno (73) selaku pemilik rumah hanya bisa menyaksikan tanpa mampu mencegah. Usai perusakan rampung, Kadus Jatimulyo, Sukasno mengajak Hirno dan perwakilan karang taruna membuat kesepakatan.  

“Ada lima poin disepakati. Diantaranya, Hirno terlarang menyediakan rumahnya untuk prostitusi maupun tenpat kencan. Hirno tidak akan membawa kasus perusakan rumahnya ke polisi. Jika nekat buka tempat itu, maka warga tidak akan segan merobohkan rumahnya juga,” katanya.

Kurniadi mengaku berulangkali mengukut perempuan jalang dari warung ‘esek-esek’ itu. Namun, sekadar peringatan dan sanksi tipiring tidak membuatnya jera. Ia mengaku tak sepenuhnya menyalahkan aksi aksi main hakim sendiri karang taruna Kedungjeruk. Terlebih, ia tak memungkiri aksi itu cukup efektif.

Kapolsek Mojogedang AKP Iswandi mengatakan musyawarah menyelesaikan persoalan itu. Pelaku perusakan hanya diminta membersihkan sisa-sisa warung dari halaman rumah Hirno.

Berdasarkan informasi di lapangan, para pemuda spontan merusak usai mendapat kabar warung terselubung itu kembali menerima pasangan bukan suami istri bermesraan. Padahal, pemilik rumah sudah berjanji tidak akan melayani pasangan berkencan. Pasangan bukan suami istri itu tepergok warga sedang berbuat asusila di rumah Hirno pada Kamis (6/7) malam. (R-10)

BERITA REKOMENDASI