Waspadai Bencana Alam, Posko Siagakan Sarpras 

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satuan tugas penanganan kebencanaan di Kabupaten Karanganyar memastikan peralatan evakuasi dan sarana prasarana siap pakai serta lengkap. Kesiapan dan kelengkapan peralatan merupakan faktor penting penanggulangan bencana alam.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko mengatakan peralatan tersebut berada di gudang BPBD maupun disimpan di posko kecamatan maupun desa. Ia memerintahkan pengecekan peralatan bermesin maupun nonmesin. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, petugas bisa langsung memakainya.

“Chain saw, perahu karet, mesin diesel, sepatu bot, baju lapangan dan sebagainya dicek secara berkala. Jika ada kerusakan, langsung saja dibetulkan dengan terlebih dulu melaporkan ke bagian inventaris,” kata Hartoko kepada KRJOGJA.com, Sabtu (09/10/2021).

Ia mengatakan, kewaspadaan dini perlu ditingkatkan bersama mengingat curah hujan pada November-Desember diperkirakan mengalami peningkatan. Perkiraan tersebut sesuai dengan informasi yang diterima BPBD dari BMKG.

Kerawanan seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor tersebar di wilayah Karanganyar. Masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah rawan seperti dekat sungai, pohon besar dan tebing untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan aktif berkomunikasi dengan petugas atau relawan.

“Curah hujan di akhir tahun diperkirakan terus mengalami peningkatan. Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kerawanan bencana alam seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor,” ujarnya.

Dia mengatakan peta kerawanan bencana alam di Karanganyar dibedakan berdasarkan wilayah geografis. Seperti di dataran rendah khususnya dekat aliran Sungai Bengawan Solo.

Di lokasi tersebut rawan banjir meliputi Desa Ngringo, Desa Waru, Desa Kebak di Kecamatan Kebakkramat. Lalu Desa Jeruksawit dan Kragan, Kecamatan Gondangrejo. Dikatakannya wilayah tersebut menjadi langganan banjir.

Sedangkan ancaman tanah longsor terserbar di kawasan Lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Jenawi, Kerjo Ngargoyoso, Tawangmangu, Karanpandan, dan Matesih. Sementara bencana angin kencang tersebar di wilayah Karanganyar. Antisipasi sudah dilakukan terhadap kerawanan angin kencang dengan melakukan pemangkasan pohon besar dan rawan roboh.

Sedangkan antisipasi tanah longsor dilakukan berupa pementaan dan pendataan wilayah rawan longsor. Puluhan alat deteksi bencana atau early warning system (EWS) telah dipasang dan berfungsi optimal. Alat tersebut bekerja memberikan peringatan apabila terjadi pergerakan tanah yang berpotensi mengakibatkan bencana longsor. (Lim)

BERITA REKOMENDASI