Wattanas Cek Ketersediaan Pangan

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Staf Ahli Bidang Ekonomi Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Irjen Pol Bambang Hermanu menyarankan Pemkab Karanganyar lebih menggiatkan produksi pertanian nonberas. Hal itu disampaikannya ke perwakilan pejabat Pemkab dan Bulog Surakarta dalam kunjungan di gudang penyimpanan beras Triyagan, Kamis (1/12).

“Berdasarkan hasil pengecekan stok beras di Sragen, Karanganyar, Klaten, Boyolali dan Solo, jumlahnya cukup bahkan surplus. Kabupaten penghasil juga mampu menyuplai kebutuhan ke Solo. Namun kami belum melihat komoditas selain beras mengikutinya,” katanya.

Komoditas nonberas itu seperti jagung dan singkong. Meski stok beras relatif cukup, namun hal itu bukan patokan kondisi serupa di kemudian hari. Pola konsumsi beras oleh masyarakat perlu diganti komoditas lain jika ingin terus bertahan hidup.

Lebih lanjut dikatakannya, pengecekan kondisi gudang bulog di daerah menjadi bahan pertimbangan presiden dalam merumuskan kebijakan strategis terkait ketahanan nasional.

“Pengkajian Wantannas mengkaji di daerah pada dua bidang, yakni ketahanan pangan dan pariwisata. Adapun bidang ketahanan pangan menghitung ketersediaan barang, distribusi dan tingkat konsumsi. Hasilnya, sampai 2017 masih aman,” jelasnya.

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Timotius Suryadi dan Kapala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Rizal Mulyawan turut mendampingi kunjungan di gudang Bulog Triyagan.

“Stok mencukupi sampai 2017. Bahkan bisa mengirim ke Aceh, Kalimantan, Medan dan sebentar lagi ke Padang. Posisi sampai sekarang 45 ribu ton beras dengan penyaluran raskin per bulan 6.600 ton,” jelasnya.

Dikatakannya, penyaluran raskin pada 2016 tuntas. Meski tersisa sebulan menjelang tutup tahun, ia belum mengetahui rencana penyaluran raskin ke-13 oleh pemerintah pusat.

Kepada wartawan, Rizal mempromosikan program kemitraan dengan UKM bertajuk Rumah Pangan Kita (RPK). Di wilayahnya, kemitraan ini menggandeng 51 UKM.

“Produk Bulog dijual ke masyarakat lewat UKM. Jenisnya gula, beras, minyak goreng dan tepung terigu dan bawang putih. Kualitasnya terjamin dan harganya bersaing,” pungkasnya. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI